Malala Yousafzai, Kebahagiaan Yang Terenggut Karena Kekuasaan Taliban

Malala Yousafzai, Kebahagiaan Yang Terenggut Karena Kekuasaan Taliban – Kebahagiaan adalah hal utama yang ingin dimiliki oleh setiap orang. Hal itu pula lah yang ingin dimiliki oleh Malala Yousafzai. Malala adalah seorang gadis muda asli Pakistan yang terenggut kebahagiannya karena kelompok militan taliban. Militan taliban adalah kelompok militan garis keras yang tak segan-segan untuk mengambil jalan kekerasan supaya mendapatkan apa yang dia inginkan. Ketika tak mendapatkan apa yang dia inginkan taliban bisa bertindak anarkis hingga membunuh orang-orang yang tak bersalah. Saat usianya menginjak 10 tahun, kebahagiaan Malala terenggut tak kala kota kelahirannya dikuasai oleh pemberontak taliban.

Kota yang sejak kecil menjadi tempatnya hidup dan bernaung berubah menjadi neraka ketika kelompok bersenjata membatasi setiap kebahagiaan yang ada untuknya. Sejak pendudukan taliban atas kota Swat, setiap inci kehidupan mulai berubah. Berbagai peraturan mulai berubah. Segala hal dikontrol oleh pemerintah taliban.

Sejak berkuasa atas kota Swat, pemerintah taliban melarang perempuan untuk bersekolah. Tidak ada lagi sistem pendidikan untuk anak perempuan. Setiap anak perempuan tidak bisa memperoleh pendidikan karena larangan dari pemerintahan taliban. Tidak ada lagi kesenangan yang biasa di dapatkan oleh Malala, kota yang dulu adalah kota wisata menjadi kota yang mati tanpa adanya akses untuk melakukan segala sesuatu yang bersifat menyenangkan. Para anak perempuan yang ingin mengenyam pendidikan harus menutup mata dan telinga agar tidak mendapatkan siksaan dari pemerintah taliban.

Karena hal ini Malala gencar menyerukan untuk mendapatkan hak-hak para perempuan. Bakat menulis yang di turunkan oleh ayahnya menjadi salah satu modal utama untuk Malala dalam menyuarakan aspirasinya. Malala menulis sebuah blog di BBC tentang kekejaman taliban dengan menggunakan nama samaran. Tulisan Malala berhasil menarik simpati jutaan orang dari seluruh dunia. Malala mendapatkan aspirasi penulisannya dari kejadian yang dialaminya sendiri dan dia selalu di dukung oleh banyak orang serta para pengusaha dari agen judi online untuk mendukung tindakan Malala yang membela hak-hak para perempuan.

Malala menjadi salah satu gadis termuda yang berhasil masuk dalam nominasi nobel perdamaian karena seruan untuk mendapatkan kebebasan dan hak pendidikan bagi para perempuan Pakistan. Malala makin gencar untuk menyuarakan hak para wanita dengan menulis dan menyuarakan berbagai hal di kegiatan-kegiatan tertentu. Hingga pada tahun 2012 lalu, Malala tertembak secara mengerikan di kepala dan leher oleh salah seorang penembak taliban. Malala yang kala itu masih sangat muda harus mendapat perawatan intensif dan di pindahkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan maksimal. Nyawa Malala berhasil di selamatkan dan hal ini membuatnya makin gencar untuk menyuarakan hak-hak para wanita untuk mendapatkan pendidikan. Penembakan itu tidak menghalangi Malala untuk kembali meraih kebahagiannya. Malala masih gencar memperjuangkan hak-hak untuk mendapatkan pendidikan sampai kelompok taliban memberikan apa yang ingin dia dapatkan. Malala masih akan terus berjuang hingga kini untuk mendapatkan kebahagian bukan hanya untuk dirinya tapi untuk setiap wanita di tanah kelahirannya.

Penghargaan yang Diterima Malala Yousafzai

Penghargaan yang Diterima Malala Yousafzai

Penghargaan yang Diterima Malala Yousafzai – Perjuangan untuk mempertahankan sesuatu atau sekelompok orang agar haknya dirampas harus diberi apresiasi. Seperti yang dilakukan Malala Yousafzai. Bahkan di usia muda dia menulis blog yang ditujukan untuk BBC dan mengungkapkan apa yang terjadi di daerahnya. Dia mengatakan bahwa perempuan di lembah Swat merasa menderita karena hak mereka atas pendidikan dirampas oleh pemerintah Taliban.

Sejak saat itu Malala terus aktif menyuarakan segala pendapatnya dan memperjuangkan anak-anak, remaja dan perempuan dimanapun mereka berada untuk terus mendapatkan hak-haknya, terutama di bidang pendidikan yang kerap direbut. Untuk ini, Malala mendapat penghargaan luar biasa.

Penghargaan yang Diterima oleh Malala adalah Penghargaan Sakharov yang dia terima dari Uni Eropa. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang memiliki pikiran cemerlang. Kebebasan berpikir menjadi dasar dari penghargaan ini. Malala dengan berani memikirkan nasib perempuan tertindas di daerahnya untuk memberikan penghargaan ini padanya.

Selain itu, penghargaan yang juga diterima atas nama Simone de Beauvoir Prize adalah penghargaan hak asasi manusia internasional yang diberikan kepada individu atau kelompok yang memperjuangkan kesetaraan gender dan menentang pelanggaran hak asasi manusia.

Kemudian setelah itu Malala juga dianugerahi penghargaan HAM PBB pada 2013. Penghargaan diberikan oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang HAM. Apresiasi perjuangan Malala Yousafzai dalam membela hak-hak perempuan. Masih di tahun yang sama ketika Malala berusia 16 tahun, gadis muda itu juga menerima penghargaan Anna Politkovskaya dari perusahaan agen judi bola. Rupanya kekecewaan Malala terhadap pemerintah Taliban membuat Malala menerima banyak penghargaan bahkan penghargaan atas namanya.

Bahkan ada satu hari yang didedikasikan untuk gadis bernama Hari Malala ini untuk menghormati tindakannya dalam memperjuangkan perempuan dan pemuda untuk mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan dan hak kesetaraan gender.

Share this:

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan

Malala’s magic pencil

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan – Menguntai barisan kata memang tak semudah yang terlihat. Rangkaian-rangkaian kalimat harus bisa menjadi salah satu penyambung semangat ketika lisan tak mampu berkata. Hal ini pula lah yang terkandung pada barisan kata yang ada pada buku Malala’s magic pencil. Buku biografi ini ditulis oleh seorang gadis muda Pakistan yang menyerukan kebebasan dan perjuangan untuk para wanita Pakistan di bawah pimpinan militan taliban. Seruan yang bernada perjuangan ini diq tulis dalam barisan tinta yang dia publikasikan di BBC. Barisan kalimat yang dia kembangkan ternyata mampu menarik jutaan simpatisan masyarakat dari seluruh dunia. Dunia mengecam betapa tindakan taliban mengambil secara paksa hak-hak perempuan dan banyak anak-anak muda di sana.

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan

Malala adalah salah seorang aktivis penggerak kemajuan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi para perempuan. Pendidikan bagi para perempuan adalah hal yang terlarang dalam kukungan pemerintahan militan taliban. Malala dengan seruan kritisnya menulis berbagai hal kengerian ketika tak mampu membuat perubahan dengan apa yang dimiliki sekarang. Malala mulai terkenal tak kala tulisannya di blog BBC menuai banyak simpati. Malala yang kala itu masih sangat muda mulai terjun ke dunia politik demi menyampaikan aspirasi kaum wanitanya yang ingin mendapatkan hak yang sama seperti para wanita dan perempuan lain di luar sana.

Seruan ini membuat malala harus rela hampir meregang nyawa tak kala dua peluru salah satu penembak jitu taliban bersarang di kepala dan lehernya. Dua peluru ini mengantarkannya untuk terbang ke Inggris guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Malala harus melewati masa-masa sulit tak kala pemerintah taliban makin membabi buta untuk mengambil hak rakyatnya. Malala adalah Putri seorang penyair Pakistan yang juga merupakan aktivis pendidikan. Sang ayah menginginkan putrinya untuk menjadi politisi walau pada kenyataanya Malala ingin menjadi seorang dokter. Akan tetapi dengan bakat menulisnya yang luar biasa membuat Malala menjadi salah satu target untuk mendapatkan hadiah nobel perdamaian. Malala gadis muda yang berjuang melawan maut ini dinobatkan sebagai penerima penghargaan nobel perdamaian termuda di kala itu.

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan

Sejak penembakan yang dilakukan oleh militan taliban, Malala terus aktif untuk menyuarakan aspirasi para perempuan di tanah kelahirannya. Malala aktif menjadi pembicara di kongres PBB dan bahkan telah dianugerahi hari khusus malala yang bertajuk Malala Day yang diperingati oleh seluruh wanita di dunia. Malala menulis semua aspirasinya dalam sebuah buku biografi berjudul Malala’s magic pencil. Buku ini menjadi salah satu buku hasil pemikiran malala yang cukup sukses dan laris dipasaran. Ini seperti halnya situs agen bola yang menawarkan berbagai jenis permainan judi online yang sangat laris dipasaran dan selalu dicari oleh para penjudi di Indonesia.

Kini Malala masih terus menyuarakan aspirasi para perempuan dan anak-anak yang menuntut hak mereka dalam bidang pendidikan, maupun kebebasan menyuarakan pendapat mereka. Malala’s magic book akan menjadi salah satu buku inspiratif yang mengubah persepsi setiap pembacanya.

Share this:

Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita

Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita

Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita – Bagi generasi muda saat ini, memperoleh pendidikan yang layak adalah hal yang sangat biasa. Mendapatkan segala sesuatu secara mudah merupakan salah satu keuntungan banyak generasi milenial di negara-negara maju ataupun negara berkembang. Setiap kebutuhan akan terpenuhi tanpa perlu berjuang secara intens untuk mendapatkannya. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk para generasi muda di negara-negara yang sedang mengalami konflik dan perang yang berkepanjangan. Salah satu negara yang membuat banyak generasi muda tidak bisa mendapatkan haknya adalah Pakistan. Negara yang selalu dalam konflik ini membuat banyak anak muda harus menelan pil pahit karena kebebasan mereka diambil secara paksa. Setiap perilaku yang mereka lakukan akan diawasi bahkan tidak hanya itu setiap seruan dan pendapat mereka akan dibatasi. Bagi yang melanggar peraturan tidak akan segan-segan untuk di tindak secara tegas.

Karena hal ini lah mulai muncul aktivis-aktivis muda paskistan yang mulai menyerukan hak-hak kaum muda serta hak-hak kebebasan yang nyata. Salah satu aktivis yang terkenal adalah Malala Yousafzai. Malala merupakan Putri seorang penyair yang memiliki beberapa sekolah di Pakistan. Malala telah di didik secara ketat oleh ayahnya untuk menjadi seorang politisi. Walau masih sangat muda tetapi Malala telah menyuarakan hak kaum perempuan dan hak setiap generasi muda yang ada di Pakistan. Malala menulis sebuah blog di BBC yang menyuarakan tentang betapa menderitanya hidup dalam kekangan kekuasaan taliban.

Malala yang kala itu masih berumur belasan tahun menyuarakan pentingnya pendidikan untuk wanita dan kesetaraan untuk wanita dalam mendapatkan haknya. Malala yang masih sangat muda berada dalam Puncak tertinggi untuk menyuarakan hak-hak perempuan. Pemerintahan taliban di Pakistan melarang anak perempuan untuk mengikuti pendidikan. Beberapa sekolah didikan untuk menampung anak-anak perempuan yang membutuhkan pendidikan atau arahan, akan tetapi pendidikan dan hal yang diberikan tidak sama seperti apa yang diberikan pada pihak laki-laki. Malala yang lahir sebagai wanita dikeluarga yang memandang tinggi persamaan pendidikan untuk wanita terus menyuarakan keinginan-keinginan dan kritik keras pada pemerintahan taliban.

Malala sempat menjadi korban penembakan dari pemerintah taliban yang mulai resah dengan berbagai macam argumen yang dikemukakan wanita muda ini. Malala tertembak di kepala dan leher dengan harapan hidup yang kecil. Lalu Malala diterbangkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Pemerintah taliban mengirimkan surat untuk menyuruh Malala kembali ke Pakistan. Dengan berbagai macam tekanan yang diterima, Malala tetap memperjuangkan kebebasan masyarakat Pakistan terutama kaum perempuan yang jauh dari kata layak. Perempuan-perempuan hanya diperbolehkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga saja tanpa boleh mengambil bagian dengan dunia luar.

Dengan makin intensnya seruan yang dikemukakan oleh Malala membuat gadis muda ini mendapatkan hadiah nobel di usianya yang masih 17 tahun. Malala mendapatkan hadiah nobel perdamaian karena dedikasinya untuk rakyat Pakistan terutama untuk jenjang kependidikan kaum wanita disana. Malala sering menjadi ikon wanita-wanita muda Pakistan yang kini mulai membuat perubahan. Di usianya yang kini 22 tahun Malala masih terus aktif untuk dunia kepolitikan di Pakistan dan terus memperjuangkan kebebasan tak Cuma bagi kaum wanita tapi juga kebebasan Pakistan dari pemerintah taliban. Malala tersoroti oleh publik dunia karena tulisan dan seruan kebebasannya yang memukau sekaligus menyedihkan. Hingga sekarang Malala masih terus memperjuangkan setiap hak yang harusnya di dapatkan oleh masyarakatnya di Pakistan.

Share this:

Malala Yousafzai, Perjuangan Melawan Maut Menentang Ketidakadilan

Yousafzai, Perjuangan Melawan Maut Menentang Ketidakadilan

Malala Yousafzai, Perjuangan Melawan Maut Menentang Ketidakadilan – Bagi sebagian besar orang Malala Yousafzai mungkin tidak lah dikenal. Perempuan muda berdarah Pakistan ini adalah salah seorang penggiat dan aktivis perempuan serta pendidikan di negara konflik. Malala merupakan seorang pejuang yang bergerak dalam bidang filsafat dan pendidikan yang mana setiap tulisannya berhasil menggugah hati masyarakat. Malala adalah Putri dari seorang penyair sekaligus aktivis pendidikan di tanah kelahirannya. Ayahnya memiliki beberapa sekolah dan mengajar murid-murid asli Pakistan. Malala adalah Putri yang sejak kecil telah di didik untuk kritis oleh ayahnya. Sang ayah menginginkan Malala untuk menjadi seorang politisi handal. Bakat menulis Malala dimiliki dari darah sang ayah. Sang ayah yang merupakan seorang penyair kenamaan Pakistan berhasil membuat Malala menjadi salah seorang gadis muda yang cukup disegani.

Malala berhasil menarik perhatian dunia tak kala tulisannya untuk BBC berhasil menyentuh hati para pembaca. Malala yang kala itu masih sangat muda menuai banyak dukungan berkat tulisannya yang kritis dan sangat menyentuh. Malala mengirim blog hasil tulisannya dengan nama samaran agar pemerintah taliban tidak bisa mengenalinya. Akan tetapi tulisan tersebut ternyata mampu merubah hidupnya. Malala yang makin kritis pada pemerintahan dan makin intens menyuarakan kebebasan rakyat akhirnya harus menghadapi kejadian mengerikan tak kala dua peluru bersarang di kepala dan lehernya. Malala yang kala itu masih berusia 16 tahun harus berjuang melawan maut ketika dua butiran peluru tersebut menembus tengkoraknya. Pada tahun 2012 lalu seorang penembak taliban berhasil menembak telak Malala.

Malala yang saat itu mendapatkan perawatan di Pakistan terpaksa diterbangkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Malala melewati masa-masa kritis dengan peluru yang masih bersarang di kepala dan lehernya. Sejak penembakan itu terjadi, Malala menjadi salah satu penyuara aktif untuk melawan pemerintahan taliban di Pakistan. Malala sejak tahun tersebut mendapatkan berbagai layanan untuk menyuarakan aspirasinya. Malala yang sejak tahun 2014 berhasil mendapatkan penghargaan nobel perdamaian di usia yang ke 17 tahun, makin gencar untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Pakistan terhadap pemerintahan taliban.

Malala telah melewati berbagai macam halangan maut untuk bisa mendapatkan pencapaiannya ini. Malala merupakan salah satu contoh nyata wanita yang memiliki banyak sekali aspirasi dan berani menyuarakan aspirasi orang lain. Malala tetap menjadi ikon dan simbol wanita Pakistan yang ingin kebebasan. Kebebasan dalam hal mendapatkan pendidikan bagi wanita dan kebebasan dalam menyuarakan setiap pendapatnya. Malala masih terus menyuarakan aspirasi setiap masyarakat yang ingin mendapatkan kebebasan. Kebebasan setiap wanita untuk terus mengeluarkan pendapat, kebebasan bermain judi online tanpa ada larangan dari siapapun dan mendapatkan pendidikan. Pendidikan yang bisa di dapatkan oleh setiap wanita Pakistan menjadi mimpi tersendiri bagi Malala setelah berhasil melawan maut dengan selamat dari penembakan yang hampir membuatnya kembali pada sang pencipta.

Share this:

Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian Termuda Di Dunia

Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian Termuda Di Dunia

Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian Termuda Di Dunia – Berbicara tentang berbagai penghargaan bergengsi yang ada di seluruh dunia, tentu tidak akan lengkap tanpa membicarakan tentang penghargaan nobel. Penghargaan yang dianggap sebagai salah satu penghargaan paling besar dan paling bergengsi di dunia ini meliputi beberapa aspek yang dinilai. Tidak hanya masalah ilmu pengetahuan ataupun masalah-masalah yang berkaitan dengan teknologi. Nobel juga memberikan penghargaan bagi orang-orang yang memiliki kontribusi bagi dunia. Penghargaan ini adalah salah satu penghargaan yang paling memiliki dedikasi dan kontribusi untuk dunia. Sejarah penghargaan nobel ini dimulai pada tahun 1901. Terhitung telah lebih dari seratus tahun penyerahan penghargaan ini bagi orang-orang yang berkontribusi untuk dunia. Berbagai jenis penghargaan ini dapat diperoleh bagi orang-orang yang memiliki kontribusi di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial dan berbagai jenis penghargaan lain yang memiliki kontribusi besar untuk masyarakat dan dunia.

Salah satu penghargaan terbesar yang ada hingga saat ini adalah penghargaan nobel perdamaian. Penghargaan ini biasanya diberikan untuk orang-orang yang memiliki sumbangsih besar bagi masyarakat. Pemberian nobel perdamaian ini berdasarkan pada orang-orang yang memiliki kontribusi besar untuk pemersatu bangsa ataupun orang-orang yang berjasa besar untuk mengurangi angkatan bersenjata dan memperjuangkan kepentingan bangsa. Penghargaan ini masuk dalam salah satu penghargaan terbesar dari segi penghargaan nobel yang ada. Penghargaan nobel ini pertama kalo diberikan karena wasiat dari alfred nobel yang merasa tidak bisa berdiam diri karena ciptaan dinamit miliknya digunakan untuk hal-hal yang merusak. Karena itu lah alfred nobel menandatangani wasiat untuk menyerahkan penghargaan bagi orang-orang yang berjasa di bidang pembangunan dan kontribusi pada dunia.

Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian Termuda Di Dunia

Salah satu hal yang cukup menarik terjadi tak kala tahun 2014 lalu seorang gadis muda yang berasal dari Pakistan bernama Malala Yousafzai dianugerahi penghargaan nobel perdamaian. Hal ini sangat mengejutkan karena pada masa itu usia Malala masih 17 tahun. Di usia yang masih sangat muda Malala berhasil meraih kemenangan nobel perdamaian tersebut. Kontribusi Malala dimulai ketika gadis muda yang lahir di Pakistan ini menulis blog tentang betapa sengsaranya dan betapa menderitanya para perempuan dan anak-anak di Pakistan. Malala memposting tulisan tersebut di BBC dan berhasil menarik jutaan simpati dari masyarakat. Malala adalah Putri dari seorang pendidik di Pakistan yang mana sejak kecil telah didik untuk berkembang dan berfikir secara kritis dengan keadaan di sekitarnya. Malala adalah pejuang kesetaraan bagi masyarakat ataupun bagi anak-anak Pakistan.

Pakistan masih dikuasai oleh pemerintah taliban hingga kini. Pemerintah taliban melarang anak-anak perempuan untuk bersekolah. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari Malala yang merupakan anak kritis. Malala ingin memperjuangkan kebebasan dan hak untuk mendapatkan pendidikan. Malala terus berjuang dengan cara menyuarakan suara rakyat dan wanita yang tidak memiliki hak untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Fokus utama Malala adalah memperjuangkan hak pendidikan yanh harusnya dimiliki oleh setiap anak-anak Pakistan. Karena seruannya ini beberapa kali Malala mendapatkan teror bahkan sampai tertembak karena dirasa membahayakan pemerintahan taliban di Pakistan. Akan tetapi karena penembakan itu lah simpatisan Malala makin banyak dan makin banyak dukungan pula yang mengalir padanya. Hingga pada tahun 2014 Malala dianugerahi nobel perdamaian karena jasa-jasa dan kontribusinya untuk memperjuangkan hak masyarakat Pakistan yang ingin mendapatkan pendidikan. Malala akan menjadi ikon yang hidup dan memperjuangkan setiap hal milik warga Pakistan.

Share this:

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!