Malala Yousafzai, Kebahagiaan Yang Terenggut Karena Kekuasaan Taliban

Malala Yousafzai, Kebahagiaan Yang Terenggut Karena Kekuasaan Taliban – Kebahagiaan adalah hal utama yang ingin dimiliki oleh setiap orang. Hal itu pula lah yang ingin dimiliki oleh Malala Yousafzai. Malala adalah seorang gadis muda asli Pakistan yang terenggut kebahagiannya karena kelompok militan taliban. Militan taliban adalah kelompok militan garis keras yang tak segan-segan untuk mengambil jalan kekerasan supaya mendapatkan apa yang dia inginkan. Ketika tak mendapatkan apa yang dia inginkan taliban bisa bertindak anarkis hingga membunuh orang-orang yang tak bersalah. Saat usianya menginjak 10 tahun, kebahagiaan Malala terenggut tak kala kota kelahirannya dikuasai oleh pemberontak taliban.

Kota yang sejak kecil menjadi tempatnya hidup dan bernaung berubah menjadi neraka ketika kelompok bersenjata membatasi setiap kebahagiaan yang ada untuknya. Sejak pendudukan taliban atas kota Swat, setiap inci kehidupan mulai berubah. Berbagai peraturan mulai berubah. Segala hal dikontrol oleh pemerintah taliban.

Sejak berkuasa atas kota Swat, pemerintah taliban melarang perempuan untuk bersekolah. Tidak ada lagi sistem pendidikan untuk anak perempuan. Setiap anak perempuan tidak bisa memperoleh pendidikan karena larangan dari pemerintahan taliban. Tidak ada lagi kesenangan yang biasa di dapatkan oleh Malala, kota yang dulu adalah kota wisata menjadi kota yang mati tanpa adanya akses untuk melakukan segala sesuatu yang bersifat menyenangkan. Para anak perempuan yang ingin mengenyam pendidikan harus menutup mata dan telinga agar tidak mendapatkan siksaan dari pemerintah taliban.

Karena hal ini Malala gencar menyerukan untuk mendapatkan hak-hak para perempuan. Bakat menulis yang di turunkan oleh ayahnya menjadi salah satu modal utama untuk Malala dalam menyuarakan aspirasinya. Malala menulis sebuah blog di BBC tentang kekejaman taliban dengan menggunakan nama samaran. Tulisan Malala berhasil menarik simpati jutaan orang dari seluruh dunia. Malala mendapatkan aspirasi penulisannya dari kejadian yang dialaminya sendiri dan dia selalu di dukung oleh banyak orang serta para pengusaha dari untuk mendukung tindakan Malala yang membela hak-hak para perempuan.

Malala menjadi salah satu gadis termuda yang berhasil masuk dalam nominasi nobel perdamaian karena seruan untuk mendapatkan kebebasan dan hak pendidikan bagi para perempuan Pakistan. Malala makin gencar untuk menyuarakan hak para wanita dengan menulis dan menyuarakan berbagai hal di kegiatan-kegiatan tertentu. Hingga pada tahun 2012 lalu, Malala tertembak secara mengerikan di kepala dan leher oleh salah seorang penembak taliban. Malala yang kala itu masih sangat muda harus mendapat perawatan intensif dan di pindahkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan maksimal. Nyawa Malala berhasil di selamatkan dan hal ini membuatnya makin gencar untuk menyuarakan hak-hak para wanita untuk mendapatkan pendidikan. Penembakan itu tidak menghalangi Malala untuk kembali meraih kebahagiannya. Malala masih gencar memperjuangkan hak-hak untuk mendapatkan pendidikan sampai kelompok taliban memberikan apa yang ingin dia dapatkan. Malala masih akan terus berjuang hingga kini untuk mendapatkan kebahagian bukan hanya untuk dirinya tapi untuk setiap wanita di tanah kelahirannya.

8 Deretan Anak Muda Yang Mampu Menguncang Dunia

8 Deretan Anak Muda Yang Mampu Menguncang Dunia

8 Deretan Anak Muda Yang Mampu Menguncang Dunia – Selaku angkatan penerus, anak belia tidak dimungkiri mempunyai andil yang amat berarti dalam banyak perihal. Serta ini bukan saja hanya membuat sesuatu bangsa. Di rasio yang lebih besar, para anak belia ataupun anak muda ini apalagi mempunyai keahlian lebih dari lumayan buat mengganti bumi. Mulai dari mengupayakan pembelajaran kanak- kanak, melindungi hawa, sampai membuat kehidupan warga jadi lebih bagus.

8 Deretan Anak Muda Yang Mampu Menguncang Dunia

 

malala-yousafzai – Dari novelis sampai penggerak pemikiran kritis, selanjutnya ini 8 anak muda yang sukses menguncang dunia dengan‘ Pemikiran yang kritis’. No 2 dari Indonesia loh!

– Malala Yousafzai

Ucapan mengenai anak muda yang mengganti bumi, julukan Kartini belia asal negeri Pakistan, Malala Yousafzai bisa dikatakan terdapat di posisi terdahulu. Alangkah tidak, Beliau sukses jadi peraih Nobel Perdamaian paling muda sejauh asal usul berkah pemikirannya. Kesetaraan serta akses pembelajaran untuk anak wanita di bumi ialah peperangan advokasinya selaku penggerak belia.

Bumi terus menjadi memahami Malala Yousezai dikala bermacam alat di bumi melaporkan Penggerak belia asal Pakistan berumur 15 tahun ini ditembak di kepala dikala kembali sekolah di tempat kelahirannya pada tahun 2012. Atas peristiwa itu, Malala lalu di terbangkan ke Inggris buat memperoleh pemeliharaan intensif serta sukses membaik kembali.

Malala awal kali menarik atensi khalayak selaku blogger anak muda di BBC Urdu, yang menulis mengenai perjuangannya buat mengakses pembelajaran di pedesaan Pakistan. Beliau pula jadi salah satu anak paling muda yang sukses berpidato mengenai kesetaraan serta akses pembelajaran untuk anak wanita di semua badan Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB). Peraih Nobel perdamaian paling muda di Umur 17 Tahun ini juga menjadi advokat populer di bumi buat pembelajaran anak wanita di bumi. Serta dikala ini Malala bersama Bapaknya sudah berdiam di Inggris serta mendirikan Malala Fund buat mensupport pembelajaran anak wanita di semua bumi.

Baca juga : Penggerak Malala Yousafzai Penciptaan Konten Anak- Anak

Melati Wijsen

8 Deretan Anak Muda Yang Mampu Menguncang Dunia
cnnindonesia.com

Indonesia mempunyai Melati, seseorang anak berumur 10 tahun asal Bali serta sudah sanggup mengganti bumi dengan aktivitasnya selaku penggerak area. Lewat kegiatannya dalam menginisiasi eliminasi tepi laut serta lewat bermacam petisi yang dilayangkan pada penguasa buat kurangi pemakaian kantung polyethylene( plastik). Kegiatan yang dicoba Melati diakuinya termotivasi atas pantangan yang dicoba oleh negeri Rwanda atas pemakaian kantung berbahan plastik pada tahun 2008 kemudian.

Atas inisiasinya itu, sudah sukses menemukan sambutan dari suatu badan serta menyarankan pelarangan pemakaian kantung plastik dilebih dari 15 negeri di bumi, tercantum di Indonesia. Serta di Bali sendiri sudah menerapkannya serta dengan cara sah sudah leluasa dari kantung plastik. Sedangkan dengan cara nasonal, kebijaksanaan pemisahan ataupun penurunan pemakaian kantung plastik telah dilaksanakan di semua Indonesia serta di tahun 2021, Indonesia melaporkan diri sudah terbebas dari pemakaian kantung plastik.

Seseorang anak muda yang pula penggerak area asal Bali, Melati Wijsen, jadi salah satu juru bicara dalam program perbincangan Time 100 Talks.

Dikutip Time, Selasa( 26 atau 1), Melati, 19, didatangkan selaku salah satu juru bicara yang pula dihadiri oleh penggagas sekalian Pimpinan Forum Ekonomi Bumi, Klaus Schwab, serta dipimpin oleh mediator Angelina Jolie.

Dalam aktivitas bincang- bincang itu, mereka mangulas pertanyaan akibat endemi virus corona kepada kemajuan ekonomi, politik, hawa, serta area di bumi.

Aktivitas bincang- bincang itu berjalan sepanjang satu jam 8 menit. Dalam kegiatan itu, Melati menguraikan mengenai kedudukan kanak- kanak serta anak muda buat melestarikan area.

Melati serta kerabat perempuannya, Isabel, menggagas aksi Aman Bermukim Kantung Plastik( Bye Bye Plastic Bags) pada 2013 dahulu.

Keduanya mulai terpikat mangulas kasus area, kuncinya pertanyaan kontaminasi kotor kantung plastik sebab merasakan langsung kala mereka berenang di tepi laut. Mereka memandang dengan mata kepala sendiri mengenai gimana kotor plastik mengotori tepi laut, laut, serta jalanan di Bali.

Pada 2018, keduanya menggagas aksi Bersih- Bersih Bali, yang mengaitkan 20 ribu sukarelawan sukses mengakulasi kotor seberat 65 ton.

Mereka pula bertugas serupa dengan 350 wiraswasta di Bali buat ikut memencet pemakaian kantung plastik serta cangkir sekali gunakan ataupun isapan dengan cara lambat- laun.

Dikutip Independent, Melati serta Isabel pula sempat diundang jadi juru bicara di pertandingan TED Talk di London, Inggris, dengan tema pertanyaan darurat kotor di Bali.

Keduanya pula luang diundang ke dalam Rapat Kotor Laut Bumi di San Diego, Amerika Sindikat, yang pula dibantu Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB).

Pada 2018 dahulu, Melati

serta Isabel masuk ke dalam catatan anak muda sangat mempengaruhi di bumi tipe majalah Time. Sedang di tahun yang serupa, keduanya pula tersaring jadi CNN Heroes Young Wonders.

World Economic Forum Davos 2020 berpusat pada sustainable world pula hadiri oleh beberapa penggerak area, salah satunya Founder Bye Bye Plastic Bag, Melati Wijsen buat mengajak para atasan bumi serta pelakon upaya menanggulangi pergantian hawa. Melati Wijsen mengatakan berartinya untuk penggerak belia buat menyuarakan ilham serta pemikirannya terpaut keberlanjutan bumi lewat WEF 2020 supaya dapat didengar oleh para atasan bumi serta menerangkan anak belia dapat melaksanakan pergantian serta mendesak pelarangan pemakaian kantung plastik semacam yang sudah dicoba oleh Bye Bye Plastic Bag Bali.

Baca juga : Sistem Pembelajaran Di Negara Venezuela Berserta Sejarahnya

– Greta Thunberg

Greta Thunberg, penggerak hawa belia asal Swedia mulai menemukan atensi bumi atas aktivitasnya selaku penggerak hawa serta area. Kegiatannya ini sampai membawanya bersama 15 anak yang lain dari bermacam bagian bumi sukses membawanya berpidato di hadapan Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB) pada 23 September 2019.

Di hadapan PBB Beliau serta 15 anak yang lain telah

mendakwa kalau 5 negeri ekonomi penting bumi sudah melanggar hak asas orang mereka dengan tidak mengutip aksi yang mencukupi buat mengakhiri darurat hawa yang lagi berjalan.

Kampanye area yang jadi pijakan jutaan orang yang mau mengganti benak atasan bumi diawali oleh seseorang wanita belia asal Swedia- Greta Thunberg.

Terkini satu tahun kemudian Greta Thunberg mengawali aksi membolos sekolah untuk area ataupun School Strike for Climate.

Ia terkini berumur 15 tahun kala itu, tetapi telah menyudahi buat membolos serta berdemo di depan Parlemen Swedia. Beliau menuntut para politisi bumi buat melaksanakan lebih banyak perihal buat area.

Pentas kampanye area selanjutnya merupakan Rapat Pergantian Hawa COP25 di Madrid, Spanyol. Nyaris 200 negeri ikut serta dalam rapat yang berjalan sepanjang 12 hari serta bermaksud buat mencari metode meredam akibat pergantian hawa.

Penggerak area berambisi banyak pada aksi yang diawali Greta, yang mereka pikir bisa membagikan energi sorong untuk rapat yang sedang berjalan itu.

Gimana Greta bertranformasi dari anak muda penggerak di Swedia jadi simbol garis besar kampanye pergantian area?

– Leah Namugerwa

Di umurnya yang terkini 15 tahun, Leah Namugerwa diketahui selaku“ pejuang hawa” di Uganda. Ia sudah mengetuai kampanye menentang kantung plastik serta deforestasi pula sudah berasosiasi dengan aksi hawa sehabis termotivasi seseorang penggerak Greta Thunberg dalam suatu laporannya yang ditayangkan suatu stasiun Televisi mengenai kehancuran yang diakibatkan oleh tanah gugur yang diakibatkan oleh pergantian hawa di Uganda.

Namugerwa mengikuti mengenai Greta Thunberg serta pemogokan Jumatnya pada tahun 2018. Ia setelah itu termotivasi buat mengutip aksi seragam semacam Greta Thunberg pada umur 13 tahun, sehabis ia menyaksikan informasi informasi lokal mengenai tanah gugur serta banjir di bagian pedesaan negeri itu. Namugerwa semenjak itu jadi pendukung hawa belia terkenal serta badan integral dari bagian sangat terkenal di Afrika dari Fridays for Future yang berjalan di Uganda. Ia bertugas serupa dengan Sadrach Nirere, Hilda Flavia Nakabuye, serta sepupunya Bob Motavu buat melahirkan Fridays for Future Uganda. Ia sudah ikut serta dalam pemogokan hari Jumat semenjak Februari 2019, melantamkan lebih banyak aksi hawa, serta ia sudah mengetuai penyusunan petisi buat melempangkan pantangan kantung plastik.

Leah Namugerwa memperingati balik tahunnya yang ke- 15 dengan menanamkan 200 tumbuhan ternyata melangsungkan acara balik tahun, serta semenjak itu beliau meluncurkan cetak biru Tumbuhan Balik Tahun, buat memberikan benih pada mereka yang mau memperingati balik tahun dengan menanamkan tumbuhan. Tujuan kuncinya merupakan buat memandang penguatan hukum hawa dikala ini( akad Paris 21) serta buat menarik lebih banyak berita mengenai permasalahan pergantian hawa. Ia mengorganisir karnaval bersama dengan pendukung hawa belia yang lain buat men catat pemogokan hawa garis besar pada 29 November 2020, serta pinggir telaga Tepi laut Ggaba Kampala pula dibersihkan buat memperingati hari itu; Dorothy Nalubega, badan golongan wanita orang tani serta area pula muncul.

Namugerwa lalu memohon penguasa Uganda buat mempraktikkan seluruhnya Akad Hawa Paris.

– Kelvin Doe

Kelvin Doe menginspirasi banyak anak belia di Sierra Leone sehabis jadi salah satu pencipta sangat populer di negeri itu. Pada umur 13 tahun, Kelvin berikan energi pada rumah- rumah di lingkungannya dengan baterai yang dibuat dari asam, soda, serta metal dalam cawan timah. Beliau pula sukses membuat suatu stasiun radio komunitas dengan memakai bagian dari materi siklus balik.

Kelvin Doe( lahir 26 Oktober 1996, di Freetown, Sierra Leone), pula diketahui selaku DJ Focus, merupakan seseorang insinyur Sierra Leone. Ia diketahui sebab berlatih metode sendiri pada umur 13 tahun serta membuat stasiun radionya sendiri di Sierra Leone, tempat ia memainkan nada serta memberitakan informasi dengan julukan” DJ Focus.” Ia merupakan salah satu finalis dalam pertandingan ilham Salone Inovasi GM, di mana Doe membuat generator dari besi berumur. Doe hendak lalu memakai potongan- potongan sisa buat membuat penyiar, generator, serta baterai, pula.

Selaku hasil dari prestasinya, beliau menyambut ajakan ke Amerika Sindikat serta setelah itu jadi orang paling muda yang ikut serta dalam” Program Pegiat Kunjungan” di MIT.

Prestasinya didokumentasikan oleh RadicalMedia serta dihidangkan di saluran YouTube industri mereka. Kala film itu jadi viral, ceritanya didapat oleh CNN, NBC News, serta The Huffington Post.

Doe setelah itu jadi juru bicara di TEDxTeen serta membimbing mahasiswa metode di Harvard College. Pada Mei 2013, Doe memaraf pakta cetak biru daya surya senilai$ 100. 000 dengan Fasilitator Layanan Berkecepatan Besar Kanada, Sierra WiFi.

Dikala ini, Kelvin Doe merupakan salah satu pencipta belia Afrika yang sangat dihormati. Ia mempunyai peluang buat berjumpa dengan bermacam atasan bumi tercantum mantan Menteri Luar Negara AS Hillary Clinton, serta Kepala negara Ghana, Nana Akufo- Addo. Ia pula bisa berdialog dengan kalangan belia di Afrika pada program yang berlainan. Pada tahun 2016, Kelvin Doe jadi badan Badan Martabat Emergency USA, suatu badan dengan tujuan buat membagikan pemeliharaan kedokteran serta operasi free untuk para korban perang serta kekurangan.

– Hilde Lysiak

Hilde Lysiak ialah badan paling muda dari Society of Professional Journalists atas dedikasinya dalam serangkaian catatan tangan yang dibuatnya semenjak umur 7 tahun. Diakuinya kegiatannya itu ialah bagian dari keinginanya buat jadi wartawan.

Sampai waktunya Hilde pada April 2016 menulis suatu headline mengenai peristiwa pembantaian di lingkungannya di Pennsylvania serta lalu melaksanakan aktivitas menulis harian serta serangkaian novel kanak- kanak bersumber pada kehidupan jelas.

– Zuriel Oduwole

Zuriel merupakan seseorang advokat pembelajaran buat anak wanita di Afrika serta kreator film. Sampai dikala ini, anak muda berumur 17 tahun ini sudah mewawancarai lebih dari 30 kepala negeri, menghasilkan 7 film dokumenter, serta lalu mengadvokasi pembelajaran untuk kanak- kanak wanita di Afrika.

– Christopher Paolini

Paolini menulis roman pertamanya, suatu epik khayalan bertajuk‘ Eragon’ di umur 15 tahun. Pada tahun 2003, kala beliau berumur 19 tahun, novel itu diterbitkan oleh Knopf serta jadi novel terlaris. 3 tahun berjarak, film Eragon juga muncul. Pada 2011, Paolini diakui oleh Guinness World Records selaku pengarang paling muda dari seri khayalan.

Share this:

Penggerak Malala Yousafzai Penciptaan Konten Anak- Anak

Penggerak Malala Yousafzai Penciptaan Konten Anak- Anak

Penggerak Malala Yousafzai Penciptaan Konten Anak- Anak – Juara Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai meluaskan kemitraannya dengan Apple Inc buat memproduksi drama, serial kanak- kanak, kartun, serta dokumenter yang hendak disiarkan di layanan streaming raksasa teknologi itu.

Penggerak Malala Yousafzai Penciptaan Konten Anak- Anak

Penggerak Malala Yousafzai Penciptaan Konten Anak- Anak
brilio.net

malala-yousafzai – Malala( 23 tahun) serta industri penciptaan barunya, Extracurricular, berasosiasi dengan barisan para creator Apple Televisi+ semacam Oprah Winfrey, Steven Spielberg, Will Smith, Octavia Spencer serta Jennifer Aniston.

Baca juga Raih Gelar sarjana Di Inggris Malala Yousafzai Korban Taliban

“ Aku berambisi lewat kemitraan ini, kita hendak dapat bawa suara- suara terkini ke program ini, ke langkah ini. Pastinya mudah- mudahan konten kita dapat diperoleh oleh lebih banyak anak belia, serta membagikan gagasan,” tutur Malala semacam dikutip dari Reuters pada Selasa( 9 atau 3).

Apple memproduksi film dokumenter mengenai Malala pada 2015 serta bertugas serupa dengan Malala Fund pada 2018 buat menaikkan pembelajaran menengah untuk anak wanita di semua bumi.

Pada tahun 2009 di umur 12, Malala membuat web serta menulis mengenai kehidupannya di dasar rezim Taliban Pakistan. Pada tahun 2012 ia hampir berpulang sehabis ditembak Taliban sebab mengampanyekan pembelajaran untuk kanak- kanak wanita di Pakistan.

Pada tahun 2014, beliau jadi peraih Hadiah Nobel Perdamaian paling muda pada umur 17 tahun. Pada tahun 2018 beliau meluncurkan Assembly, suatu pengumuman digital buat anak wanita serta perempuan belia yang ada di Apple News. Ia lolos dari Universitas Oxford pada bulan Juni.

“ Aku yakin pada bercerita, sebab itu sudah jadi bagian dari hidup aku. Cerita aku sudah membuka mata bumi kalau tidak seluruh anak wanita mempunyai akses ke pembelajaran,” tutur ia.

Baca juga : Tingkatkan Aktivitas Taman Baca Anak-Anak Sejak Dini

Pada peringatan 110 tahun Hari Wanita Global pada 8 Maret, Malala mengajak seluruh wanita di semua bumi buat mengapresiasi serta berlega hati atas perihal apapun yang sudah digapai sampai dikala ini.

“ Aku mau tiap wanita serta perempuan besar hati pada dirinya sendiri, besar hati dengan seluruh yang sudah ia peroleh dalam hidupnya,” nyata Malala.

20 Perkata Bijaksana Malala Yousafzai Mengenai Pembelajaran serta Wanita, Penuh Makna

Di umurnya yang terkini 19 tahun, Malala Yousafzai tidak cuma jadi salah satu anak muda sangat dikagumi serta menginspirasi di bumi. Namun dirinya pula salah satu pendukung sangat kokoh di bumi buat pembelajaran anak wanita.

Malala merupakan seseorang penggerak semenjak umur dini. Ia awal kali jadi populer di negeri asalnya Pakistan sehabis menulis web buat BBC Urdu. Di mana ia merinci kehidupannya di area yang diduduki Taliban di barat laut negeri itu.

Dalam suratnya yang sepenuh batin, Malala berdialog keras menentang pantangan banyak orang Talib kepada anak wanita yang berpelajaran. Tulisannya diterbitkan dengan julukan alias, namun identitasnya kesimpulannya terbongkar dikala beliau jadi pemenang bunyi di negaranya buat hak anak wanita atas pembelajaran.

Pada 2012, seseorang laki- laki bersenjata Taliban naik ke bis sekolah Malala serta menembak kepala anak muda itu. Tetapi dengan cara fantastis, ia aman dari eksperimen pembantaian itu. Pemulihannya ditayangkan oleh alat di semua bumi, serta dikala ia pergi dari rumah sakit pada Januari 2013, cerita Malala sudah mendunia.

Ternyata khawatir dengan kematian, wanita berumur 15 tahun yang pemberani itu lekas tingkatkan kampanyenya. Memoarnya tahun 2013, I am Malala: Cerita Wanita yang Berdiri buat Pembelajaran serta Ditembak oleh Taliban, jadi novel terlaris global, serta menolong meluncurkan aksi di semua bumi yang mensupport hak anak wanita atas pembelajaran.

Pada umur 17 tahun, Malala jadi akseptor Hadiah Nobel Perdamaian paling muda, serta ia dinobatkan selaku salah satu orang sangat mempengaruhi TIME sepanjang 3 tahun beruntun, pada 2013, 2014, serta 2015.

Daya tahan serta kegagahan Malala dalam mengalami teror serta ekstremisme sudah menjadikannya gagasan untuk banyak wanita serta pemelihara HAM di semua bumi. Selanjutnya merdeka. com merangkup perkata bijaksana Malala Yousafzai daribookriot. com yang penuh arti:

1.“ Satu anak, satu guru, satu novel, satu pen bisa mengganti bumi.”

2.” Taliban bisa mengutip pen serta novel kita, namun mereka tidak bisa mengakhiri benak kita buat berasumsi.”

3.” Dengan senjata Kamu bisa menewaskan teroris, dengan pembelajaran Kamu bisa menewaskan terorisme.”

4.“ Pembelajaran tidaklah timur ataupun barat. Pembelajaran merupakan pembelajaran serta itu hak tiap orang.”

5.“ Para radikalis sudah membuktikan apa yang sangat menyeramkan mereka: seseorang wanita dengan novel.”

6.“ Aku tidak mau dikira selaku wanita yang ditembak oleh Taliban namun selaku wanita yang berjuang buat pembelajaran. Ini merupakan tujuan yang aku mau buat mengabdikan hidup aku.”

7.“ Tidak terdapat peperangan yang dapat sukses tanpa wanita ikut serta berdampingan dengan pria. Terdapat 2 daya di bumi; satu anggar serta yang yang lain merupakan pen. Terdapat daya ketiga yang lebih kokoh dari keduanya, ialah perempuan.”

8.“ Di Pakistan kala perempuan berkata mereka mau merdeka, orang berasumsi ini berarti kita tidak mau menaati papa, kerabat pria ataupun suami kita. Tetapi bukan berarti sedemikian itu. Maksudnya kita mau membuat ketetapan buat diri kita sendiri. Kita mau leluasa berangkat ke sekolah ataupun berangkat bertugas. Tidak terdapat satupun yang tercatat dalam Angkatan laut(AL) Quran kalau seseorang perempuan wajib tergantung pada seseorang laki- laki. Percakapan belum turun dari kayangan buat berikan ketahui kita kalau tiap perempuan wajib mencermati seseorang laki- laki.”

9.“ Bila satu laki- laki bisa memusnahkan segalanya, kenapa tidak seseorang wanita bisa mengubahnya?”

10.“ Aku menggambarkan cerita aku, bukan sebab istimewa, tetapi sebab tidak. Ini merupakan cerita banyak wanita.”

11.“ Dikala semua bumi sepi, apalagi satu suara jadi kokoh.”

12.“ Bila orang bungkam, tidak terdapat yang berganti.”

13.“ Kita khawatir, tetapi kekhawatiran kita tidak semantap kegagahan kita.”

14.“ Mereka beranggapan timah panas itu hendak mengunci mulut kita, tetapi kandas. Serta dari kesunyian itu timbul ribuan suara. Teroris beranggapan mereka hendak mengganti tujuan aku serta mengakhiri tekad aku. Tetapi tidak terdapat yang berganti dalam hidup aku melainkan ini: kelemahan, kekhawatiran serta keputusasaan mati. Daya, daya, serta kegagahan lahir.”

15.“ Janganlah khawatir— bila kalian khawatir kalian tidak dapat maju.”

16.” Kamu bisa jadi tercantum dalam agama ataupun golongan ataupun agama apa juga— yang tidak terdapat hubungannya dengan hal negeri.”

17.“ Ketidaktahuan membolehkan politisi membohongi orang serta administrator yang kurang baik buat tersaring kembali.”

18.“ Untuk aku, akhlak dari narasi ini merupakan kalau hendak senantiasa terdapat halangan dalam hidup, namun bila Kamu mau menggapai sesuatu tujuan, Kamu wajib meneruskan.”

19.“ Aku pikir tiap orang membuat kekeliruan paling tidak sekali dalam hidup mereka. Yang berarti merupakan apa yang Kamu pelajari darinya.”

20.“ Kebaikan cuma dapat dibayar dengan kebaikan. Itu tidak dapat dibayar dengan mimik muka semacam dapat kasih.”

Share this:

Raih Gelar sarjana Di Inggris Malala Yousafzai Korban Taliban

Raih Gelar sarjana Di Inggris Malala Yousafzai Korban Taliban

Raih Gelar sarjana Di Inggris Malala Yousafzai Korban Taliban – Malala Yousafzai sah menuntaskan kuliahnya di Oxford, Inggris. Berita senang ini diunggah Malala di Twitter kepunyaannya.

Raih Gelar sarjana Di Inggris Malala Yousafzai Korban Taliban

Raih Gelar sarjana Di Inggris Malala Yousafzai Korban Taliban
detik.com

malala-yousafzai – Peraih titel Nobel Perdamaian di tahun 2014 ini lolos di aspek Ilmu Metafisika, Politik pula Ekonomi. Dalam postingannya di Twitter, Malala menampilkan kegembiraannya dengan badan berlumur confetti.

” Susah buat mengatakan kebahagiaan serta dapat kasih aku dikala ini, aku menuntaskan titel Metafisika, Politik serta Ekonomi aku di Oxford,” ucapnya.

Baca juga : Malala Yousafzai: Kita harus menghentikan Covid agar anak-anak bisa bersekolah

Malala Yousafzai diketahui bumi sehabis dirinya dikenal merupakan salah satu anak muda wanita Pakistan yang jadi korban Taliban. Ketahanan Malala buat menyuarakan pembelajaran untuk kalangan wanita dikira menentang ketentuan.

Dirinya luang hampir tewas bumi dikala timah panas Taliban mendobrak kepalanya di tahun 2012.

Ia hingga ke Inggris buat pemeliharaan kedokteran serta keluarganya kesimpulannya berasosiasi dengannya di negeri itu. Di tahun 2017, dirinya diperoleh selaku mahasiswa di Universitas Lady Margaret Hall, Oxford.

Malala senang sukses menuntaskan pendidikannya. Beliau mengatakan kelegaannya kesimpulannya dapat lolos serta menuntaskan pendidikannya di kursi kuliah.

” Saat ini, waktunya buat Netlix, membaca novel serta banyak tidur,” celoteh Malala.

He Named Me Malala, Cerita Wanita Pakistan yang Dikejar Taliban. He Named Me Malala merupakan suatu potret mengharukan dari peraih apresiasi Nobel Perdamaian Laureate Malala Yousafzai. Beliau dibidik oleh Taliban serta terluka akut sehabis ditembak dalam ekspedisi kembali di suatu bis sekolah di Swat Valley, Pakistan.

Cerita dokumenter ini mengajak kita ke dalam kehidupan Malala saat sebelum serta sehabis kejadian penyerangan. Ia dewasa 15 tahun pada durasi insiden seram itu terjalin, kala ia diasingkan, bersama dengan bapaknya sebab perjuangannya untuk pembelajaran wanita.

Penembakan pada 9 Oktober 2012 itu mengakibatkan amarah dari para pendukungnya di semua bumi. Malala dengan ajaibnya bertahan serta saat ini mengetuai suatu aksi buat pembelajaran wanita dengan cara garis besar selaku salah satu penggagas Malala Fund.

Kreator film dokumenter peraih beraneka ragam apresiasi, Davis Guggeinhem(” An Inconvenient Truth”,” Waiting for Superman”) mencermati gimana Malala, bapaknya, Zia, serta keluarganya berkomitmen buat mengikhtiarkan pembelajaran buat kanak- kanak wanita di semua bumi. Film ini dengan cara sejenak membagikan cerminan atas kehidupan luar lazim wanita belia ini. Dari ikatan dekatnya dengan si papa yang menginspirasi dirinya buat menyayangi pembelajaran, ceramah emosionalnya di PBB hingga tawa candanya di rumah dengan kedua ibu dan bapaknya dan adiknya.

Baca juga : Fakultas dan staf Elon mengadakan diskusi virtual tentang keadilan kebrutalan polisi

He Named Me Malala luang didaftarkan buat masuk pencalonan Academy Awards ke- 88, tetapi takluk bersaing dengan film lain. Film ini sudah dikeluarkan dengan cara teatrikal oleh Fox Searchlight Pictures, serta pula tayang di National Geographic Channel pada 8 Maret kemudian.

Gambar Serempak Peraih Nobel Malala Yousafzai, Politikus Kanada Dikritik. Menteri Pembelajaran Quebec, Jean- Franois Roberge, dikritik sebab unggah fotonya bersama penggerak bumi pembelajaran Malala Yousafzai.

Juara Hadiah Nobel Perdamaian yang menggunakan kerudung itu tidak hendak dapat membimbing di salah satu provinsi di Kanada itu.

Baru- baru ini, Quebec mengesahkan suatu hukum kontroversial yang mencegah karyawan negara awam( PNS), tercantum guru, menggunakan simbol- simbol keimanan di area kegiatan.

Jean- Franois Roberge berkata dirinya serta Malala membahas permasalahan akses pembelajaran serta kemajuan global.

Malala merupakan wanita yang aman berakhir kepalanya ditembak agresif Taliban pada tahun 2012, kala berani berangkat ke sekolah. Semenjak itu, sosoknya diketahui khalayak bumi berkah usahanya mengikhtiarkan pembelajaran untuk kanak- kanak wanita.

  • – Malala wanita peraih Nobel diperoleh di Universitas Oxford
  • – Mau mencegah ikon agama, tetapi sungkan turunkan salib di bangunan parlemen
  • – Malala Yousafzai jadi Delegasi Perdamaian PBB termuda

Pada bulan Juni, Quebec mengesahkan hukum sekularisme yang mencegah PNS- dalam posisi yang mempunyai” kewenangan”- mengenakan ikon keimanan semacam kippah( penutup kepala laki- laki Ibrani), turban ataupun jilbab di area kegiatan.

Hukum” Aliansi Avenir Quebec”( CAQ) itu melingkupi pekerjaan juri, badan polisi, guru serta beberapa kedudukan khalayak yang lain.

Hukum sekularisme itu mengakibatkan keluhan serta banyak perbincangan di provinsi itu.

Mereka yang membela melaporkan kalau hukum itu ialah tahap yang masuk ide buat melestarikan pembelahan gereja serta negeri di Quebec.

Walaupun hukum itu tidak mengatakan agama khusus, para pemrotes menganggapnya eksklusif serta melaporkan kalau ketentuan itu dengan cara tidak seimbang menyimpang wanita Orang islam di provinsi itu, yang menggunakan jilbab ataupun penutup kepala yang lain.

Sebagian warganet lalu mengatakan si menteri bermuka dua sebab malah bergaya dengan Malala yang menggunakan kerudung.

Si menteri- yang menemui Malala di Prancis- membela peraturan yang legal di provinsinya itu kala ditanya seseorang wartawan bernama Salim Nadim Valji di Twitter mengenai gimana tanggapannya bila Malala mau membimbing di Quebec.

” Aku pasti saja hendak berkata kepadanya kalau itu merupakan suatu martabat besar serta kalau di Quebec, semacam perihalnya di Prancis( di mana kita terletak dikala ini) serta di negara- negara lapang dada serta terbuka yang lain, guru tidak bisa menggunakan ikon keimanan dikala melaksanakan tugasnya,” ucapnya.

2 Anak Belia Inspiratif Greta Thuberg serta Malala Berjumpa, Ini yang Terjadi. Greta Thunberg serta Malala Yousafzai diketahui selaku penggerak yang berdengung menyuarakan kelakuan mereka di umur amat belia. Kedua perempuan belia panutan ini juga terkini saja bertatap wajah buat awal kalinya. Bersama inspiratif, pertemuan keduanya pasti diisi dengan momen silih memuja- muja.

Greta serta Malala terkini saja berjumpa di Universitas Oxford. Greta terletak di London buat turut dan dalam demo sekolah serta berdialog dengan para mahasiswa Oxford hal ilmu. Sebaliknya Malala memanglah ialah mahasiswi di situ. Kedua penggerak belia itu juga melapangkan buat berjumpa serta gambar bersama.

” Jadi, hari ini saya berjumpa dengan panutanku. Terlebih yang dapat saya tuturkan?,” catat anak muda Swedia itu di akun Twitter yang pula unggah 2 gambar kebersamaan mereka.

Malala pula berpindah ke Twitter buat mendokumentasikan pertemuan mereka. Perempuan belia yang dikira selaku simbol pembelajaran itu pula unggah gambar kebersamaan mereka sembari menguak bila beliau lagi berbolos.

” Ia salah satunya sahabat yang saya berkenan( temui sampai) melupakan kategori,” catat Malala.

Pertemuan kedua penggerak belia inspiratif itu jadi pembicaraan warga Internet. Tiap- tiap artikel juga dibagikan serta digemari sampai ratusan ribu kali.

Walaupun nampak tidak memiliki banyak kecocokan, Greta serta Malala kelihatannya dapat langsung jadi sahabat dekat mengenang keduanya sudah jadi penggerak semenjak umur belia. Terlebih mereka bersama sempat dinominasikan oleh Nobel Peace Prize di mana Malala memenangkannya pada 2014 kala berumur 17 tahun.

Dalam suatu tanya jawab dengan Teen Vogue, Malala juga sempat menyanjung Greta Thunberg serta Emma Gonzalez( penyintas kekerasan senjata) yang meneruskan peperangan penggerak.

” Terkadang terletak di ruangan dengan para pemilik ketetapan, mereka tidak memiliki banyak banyak orang belia, mereka apalagi tidak memperkenalkan perempuan, terlebih anak belia. Jadi cuma dengan kehadiran anak belia di situ, cuma dengan kehadiran perempuan di meja- meja itu, saya pikir itu merupakan perbandingan besar,” ucapnya.

Malala Yousafzai Tengah Garap Novel mengenai Pengungsi. Pencetak Little, Brown Books buat pembaca belia sudah memublikasikan hendak menerbitkan novel dari Malala Yousafzai. Ia diketahui selaku peraih Hadiah Nobel Perdamaian serta pengarang novel terlaris I Am Malala.

Novel yang rencananya diberi kepala karangan We Are Diplaced itu fokus pada pengalaman pengungsian serta ditafsirkan selaku novel untuk pembaca belia. Ia juga mulai menggambarkan mengenai pengalamannya sendiri serta memberikan cerita pribadinya mengenai apa yang ditemui dalam ekspedisi ke tempat- tempat pengungsian.

Yousafzai pula hendak menggambarkan kota- kota yang ada para pengungsi serta keluarga yang sedang berdiam. Cerita dalam bukunya merupakan gimana rasanya bila beliau meninggalkan rumahnya serta hidup di suatu barak pengungsian.

” Kita mengikuti informasi mengenai jutaan pengungsi, ratusan migran terperangkap di atas kapal ataupun di suatu truk. Saya ketahui gimana rasanya meninggalkan rumahmu serta seluruh yang anda ketahui, aku ketahui narasi dari sedemikian itu banyak orang yang wajib melaksanakan perihal yang serupa,” tutur Yousafzai dikutip dari EW, Selasa( 13 atau 3 atau 2018).

” Aku berambisi dengan memberi narasi mengenai kisah- kisah yang sempat aku temui dalam sebagian tahun belum lama ini, aku bisa menolong orang lain menguasai apa yang terjalin serta mempunyai simpati belas kepada jutaan orang yang mengungsi dampak bentrokan,” tambahnya lagi.

Delegasi kepala negara administrator pencetak Little, Brown for Young Readers Megan Tingley berkata novel Yousafzai.

” Tidak sempat terdapat durasi yang lebih berarti buat memberi cerita jelas mengenai pengungsi. Kita amat besar hati buat jadi pencetak Malala Yousafzai serta mengedarkan misinya mengenai independensi,” tukasnya. Novel We Are Diplaced hendak keluar pada 4 September kelak.

Share this:

Malala Yousafzai: Kita harus menghentikan Covid agar anak-anak bisa bersekolah

Malala Yousafzai Kita harus menghentikan Covid agar anak-anak bisa bersekolah

Malala Yousafzai: Kita harus menghentikan Covid agar anak-anak bisa bersekolah – Sebagian besar siswa sekolah akan mengingat Covid-19 sebagai gangguan sementara, tetapi bagi banyak anak perempuan itu akan memiliki efek yang bertahan lama. Hampir 130m tidak bersekolah sebelum pandemi dan penelitian Malala Fund memperkirakan bahwa 20m tambahan yang berada di sekolah menengah mungkin tidak akan pernah kembali setelah mereda.

Malala Yousafzai: Kita harus menghentikan Covid agar anak-anak bisa bersekolah

Malala Yousafzai Kita harus menghentikan Covid agar anak-anak bisa bersekolah
bbc.com

malala-yousafzaiJutaan gadis dan remaja putri belajar di rumah tanpa akses internet. Gadis-gadis yang tidak dapat menggunakan pembelajaran jarak jauh atau membayar uang sekolah sekarang mengambil lebih banyak tanggung jawab rumah tangga atau menikah. Yang lainnya bekerja dalam pekerjaan bergaji rendah dan tidak aman untuk membantu meringankan beban keuangan keluarga mereka.

Baca juga : Penghargaan yang Diterima Malala Yousafzai

Guncangan kesehatan dan ekonomi masa lalu mengajarkan kita bahwa, bagi banyak gadis di negara berpenghasilan rendah, gangguan terhadap pendidikan mereka ini dapat menjadi permanen. Di Sierra Leone, penutupan sekolah yang berlarut-larut menyebabkan penurunan pendaftaran ulang sebesar 16 persen setelah sekolah dibuka kembali setelah wabah Ebola tahun 2014.

Meskipun kesulitan meningkat, anak perempuan terus berjuang untuk pendidikan mereka. Setelah sekolah tutup dan sumber belajar semakin langka, Elvira, Maria Florinda, dan Yessica, tiga siswa di Guatemala, membuat perpustakaan di komunitas mereka untuk membantu sesama siswa adat melanjutkan studi mereka. Di Indonesia, aktivis Nayla Ariwibowo memulai inisiatifnya sendiri untuk mengumpulkan dan mendistribusikan perlengkapan sekolah kepada siswa yang tinggal di panti asuhan.

Terlalu sering, anak perempuan dibiarkan mengambil bagian dari sistem pendidikan yang rusak. Meskipun upaya mereka inovatif dan menginspirasi, mereka tidak harus memikul tanggung jawab ini. Pemerintah perlu mengalokasikan dana untuk memastikan bahwa setiap anak dapat bersekolah.

Jika pendidikan dibiayai dengan baik, sistem sekolah dapat mempekerjakan dan mempertahankan guru yang berkualifikasi dan mengurangi kepadatan. Mereka juga dapat memberi siswa kurikulum yang diperbarui dan akses ke teknologi ruang kelas. Tetapi Covid-19 telah membuat sumber daya pemerintah terkuras.

Komunitas pembangunan internasional mengatakan tahun 2020-an akan menandai “dekade pengiriman” untuk pendidikan. Sebaliknya, kami menghadapi kemunduran yang parah. Dua pertiga negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah telah memangkas belanja pendidikan. PBB memperkirakan kemunduran bantuan luar negeri adalah yang berikutnya. Jika proyeksi ini benar, kesenjangan pendanaan pendidikan global akan segera meningkat menjadi $ 200 miliar setahun.

Gagal berinvestasi pada potensi anak perempuan adalah peluang yang terlewatkan. Pendidikan anak perempuan adalah kunci untuk membangun kembali komunitas dan negara dan menawarkan perlindungan terbaik terhadap krisis di masa depan.

Memastikan setiap gadis dapat belajar selama 12 tahun dapat membuka hingga $ 30 triliun dalam pertumbuhan ekonomi global. Perempuan dengan pendidikan dasar berpenghasilan hingga 19 persen lebih tinggi daripada anak perempuan yang tidak memiliki pendidikan; mereka yang berpendidikan menengah mendapatkan penghasilan hampir dua kali lipat. Setiap negara akan mendapatkan keuntungan. Penelitian Malala Fund menunjukkan bahwa mendidik perempuan muda juga dapat membantu mencegah perang, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan bahkan membantu mengurangi efek perubahan iklim, dengan memberi mereka keterampilan untuk berkontribusi pada ekonomi rendah karbon.

Baca juga : Pendidikan di Kolombia Selama Wabah Corono (Covid-19)

Ketika saya pertama kali mulai berbicara, saya tidak memiliki sumber daya atau pengaruh untuk menciptakan perubahan. Namun, saya tahu langsung apa yang ditegaskan penelitian ini: pendidikan adalah transformatif bagi masa depan anak perempuan.

Dengan organisasi saya, Malala Fund, saya melanjutkan perjuangan saya untuk dunia di mana setiap gadis dapat belajar dan memimpin. Melalui program dan advokasi kami, kami memperkuat suara perempuan, mendorong perubahan kebijakan, dan berinvestasi pada aktivis pendidikan lokal, yang tahu apa yang paling berhasil untuk mendorong perubahan di komunitas dengan sebagian besar perempuan tidak bersekolah. Ini adalah jaringan dukungan ayah saya dan saya harap kita miliki sebelumnya.

Selama Covid-19, para pendukung lokal ini mengembangkan solusi inovatif untuk memastikan anak perempuan dapat terus belajar dan kembali ke sekolah segera setelah aman. Di Nigeria, mereka memproduksi siaran radio pendidikan sehingga siswa dapat melanjutkan studi mereka, bahkan di bagian terpencil negara tersebut. Di Pakistan, mereka mengembangkan program dan aplikasi TV ramah anak untuk pembelajaran jarak jauh. Tetapi dampak pandemi pada pendidikan begitu besar sehingga membutuhkan pemimpin di tingkat tertinggi untuk mengambil tindakan juga.

Anak perempuan di negara berpenghasilan rendah akan terus menghadapi penutupan sekolah berulang sampai komunitas mereka memiliki akses ke vaksin. Jadi, negara-negara kaya harus memastikan distribusi mereka merata. Mereka dapat melakukan ini dengan mendukung Covax – inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah – dan dengan mencabut paten dan mentransfer teknologi untuk memungkinkan produksi yang lebih luas.

Para pemimpin juga harus menghentikan kemunduran bagi anak perempuan dengan memberikan stimulus finansial yang substansial untuk pendidikan. Tetapi negara-negara berpenghasilan rendah tidak mampu menanggung biaya ini sendirian. Dalam beberapa tahun terakhir, 24 negara berpenghasilan rendah membelanjakan lebih banyak untuk membayar utang luar negeri daripada untuk pendidikan.

IMF memperkirakan bahwa negara-negara Afrika sekarang menghadapi kesenjangan pendanaan sebesar $ 345 miliar untuk memulai kembali ekonomi mereka dan mendanai program perawatan kesehatan, vaksinasi, dan pendidikan yang mendesak. Negara-negara berpenghasilan tinggi perlu melengkapi Kemitraan Global untuk Pendidikan, sebuah inisiatif pendanaan multilateral, untuk memastikan bahwa 46 juta anak perempuan mendaftar di sekolah antara sekarang dan 2026.

Negara-negara kaya juga harus mengambil langkah-langkah untuk membebaskan sumber daya domestik di negara-negara berpenghasilan rendah, memungkinkan mereka membelanjakan lebih banyak untuk layanan publik seperti pendidikan dan perawatan kesehatan. Untuk mencapai hal ini, para pemimpin pada KTT G7 di Cornwall pada bulan Juni dapat membantu likuiditas negara-negara berpenghasilan rendah dengan tambahan Hak Penarikan Khusus (instrumen keuangan yang akan meningkatkan neraca negara); membatalkan hutang yang tidak dapat dibayar selama tiga tahun ke depan; dan meningkatkan bantuan luar negeri menjadi 0,7 persen dari PDB.

Tapi pernyataan di KTT global tidak sama dengan kemajuan. Pemerintah harus memilih untuk berinvestasi lebih banyak dalam pendidikan anak perempuan. Jika kita dapat mempertahankan anak perempuan di sekolah, kita dapat membekali mereka dengan alat yang mereka butuhkan untuk menantang masalah dunia kita yang paling mendesak. Kita semua akan menjadi lebih baik karenanya.

Malala Yousafzai adalah seorang aktivis Pakistan, Utusan Perdamaian PBB dan orang termuda yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Dia adalah salah satu pendiri Malala Fund.

Share this:

Penghargaan yang Diterima Malala Yousafzai

Penghargaan yang Diterima Malala Yousafzai

Penghargaan yang Diterima Malala Yousafzai – Perjuangan untuk mempertahankan sesuatu atau sekelompok orang agar haknya dirampas harus diberi apresiasi. Seperti yang dilakukan Malala Yousafzai. Bahkan di usia muda dia menulis blog yang ditujukan untuk BBC dan mengungkapkan apa yang terjadi di daerahnya. Dia mengatakan bahwa perempuan di lembah Swat merasa menderita karena hak mereka atas pendidikan dirampas oleh pemerintah Taliban.

Sejak saat itu Malala terus aktif menyuarakan segala pendapatnya dan memperjuangkan anak-anak, remaja dan perempuan dimanapun mereka berada untuk terus mendapatkan hak-haknya, terutama di bidang pendidikan yang kerap direbut. Untuk ini, Malala mendapat penghargaan luar biasa.

Penghargaan yang Diterima oleh Malala adalah Penghargaan Sakharov yang dia terima dari Uni Eropa. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang memiliki pikiran cemerlang. Kebebasan berpikir menjadi dasar dari penghargaan ini. Malala dengan berani memikirkan nasib perempuan tertindas di daerahnya untuk memberikan penghargaan ini padanya.

Selain itu, penghargaan yang juga diterima atas nama Simone de Beauvoir Prize adalah penghargaan hak asasi manusia internasional yang diberikan kepada individu atau kelompok yang memperjuangkan kesetaraan gender dan menentang pelanggaran hak asasi manusia.

Kemudian setelah itu Malala juga dianugerahi penghargaan HAM PBB pada 2013. Penghargaan diberikan oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang HAM. Apresiasi perjuangan Malala Yousafzai dalam membela hak-hak perempuan. Masih di tahun yang sama ketika Malala berusia 16 tahun, gadis muda itu juga menerima penghargaan Anna Politkovskaya dari perusahaan. Rupanya kekecewaan Malala terhadap pemerintah Taliban membuat Malala menerima banyak penghargaan bahkan penghargaan atas namanya.

Bahkan ada satu hari yang didedikasikan untuk gadis bernama Hari Malala ini untuk menghormati tindakannya dalam memperjuangkan perempuan dan pemuda untuk mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan dan hak kesetaraan gender.

Share this:

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan

Malala’s magic pencil

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan – Menguntai barisan kata memang tak semudah yang terlihat. Rangkaian-rangkaian kalimat harus bisa menjadi salah satu penyambung semangat ketika lisan tak mampu berkata. Hal ini pula lah yang terkandung pada barisan kata yang ada pada buku Malala’s magic pencil. Buku biografi ini ditulis oleh seorang gadis muda Pakistan yang menyerukan kebebasan dan perjuangan untuk para wanita Pakistan di bawah pimpinan militan taliban. Seruan yang bernada perjuangan ini diq tulis dalam barisan tinta yang dia publikasikan di BBC. Barisan kalimat yang dia kembangkan ternyata mampu menarik jutaan simpatisan masyarakat dari seluruh dunia. Dunia mengecam betapa tindakan taliban mengambil secara paksa hak-hak perempuan dan banyak anak-anak muda di sana.

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan

Malala adalah salah seorang aktivis penggerak kemajuan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi para perempuan. Pendidikan bagi para perempuan adalah hal yang terlarang dalam kukungan pemerintahan militan taliban. Malala dengan seruan kritisnya menulis berbagai hal kengerian ketika tak mampu membuat perubahan dengan apa yang dimiliki sekarang. Malala mulai terkenal tak kala tulisannya di blog BBC menuai banyak simpati. Malala yang kala itu masih sangat muda mulai terjun ke dunia politik demi menyampaikan aspirasi kaum wanitanya yang ingin mendapatkan hak yang sama seperti para wanita dan perempuan lain di luar sana.

Seruan ini membuat malala harus rela hampir meregang nyawa tak kala dua peluru salah satu penembak jitu taliban bersarang di kepala dan lehernya. Dua peluru ini mengantarkannya untuk terbang ke Inggris guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Malala harus melewati masa-masa sulit tak kala pemerintah taliban makin membabi buta untuk mengambil hak rakyatnya. Malala adalah Putri seorang penyair Pakistan yang juga merupakan aktivis pendidikan. Sang ayah menginginkan putrinya untuk menjadi politisi walau pada kenyataanya Malala ingin menjadi seorang dokter. Akan tetapi dengan bakat menulisnya yang luar biasa membuat Malala menjadi salah satu target untuk mendapatkan hadiah nobel perdamaian. Malala gadis muda yang berjuang melawan maut ini dinobatkan sebagai penerima penghargaan nobel perdamaian termuda di kala itu.

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan

Sejak penembakan yang dilakukan oleh militan taliban, Malala terus aktif untuk menyuarakan aspirasi para perempuan di tanah kelahirannya. Malala aktif menjadi pembicara di kongres PBB dan bahkan telah dianugerahi hari khusus malala yang bertajuk Malala Day yang diperingati oleh seluruh wanita di dunia. Malala menulis semua aspirasinya dalam sebuah buku biografi berjudul Malala’s magic pencil. Buku ini menjadi salah satu buku hasil pemikiran malala yang cukup sukses dan laris dipasaran. Ini seperti halnya situs agen bola yang menawarkan berbagai jenis permainan judi online yang sangat laris dipasaran dan selalu dicari oleh para penjudi di Indonesia.

Kini Malala masih terus menyuarakan aspirasi para perempuan dan anak-anak yang menuntut hak mereka dalam bidang pendidikan, maupun kebebasan menyuarakan pendapat mereka. Malala’s magic book akan menjadi salah satu buku inspiratif yang mengubah persepsi setiap pembacanya.

Share this:

Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita

Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita

Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita – Bagi generasi muda saat ini, memperoleh pendidikan yang layak adalah hal yang sangat biasa. Mendapatkan segala sesuatu secara mudah merupakan salah satu keuntungan banyak generasi milenial di negara-negara maju ataupun negara berkembang. Setiap kebutuhan akan terpenuhi tanpa perlu berjuang secara intens untuk mendapatkannya. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk para generasi muda di negara-negara yang sedang mengalami konflik dan perang yang berkepanjangan. Salah satu negara yang membuat banyak generasi muda tidak bisa mendapatkan haknya adalah Pakistan. Negara yang selalu dalam konflik ini membuat banyak anak muda harus menelan pil pahit karena kebebasan mereka diambil secara paksa. Setiap perilaku yang mereka lakukan akan diawasi bahkan tidak hanya itu setiap seruan dan pendapat mereka akan dibatasi. Bagi yang melanggar peraturan tidak akan segan-segan untuk di tindak secara tegas.

Karena hal ini lah mulai muncul aktivis-aktivis muda paskistan yang mulai menyerukan hak-hak kaum muda serta hak-hak kebebasan yang nyata. Salah satu aktivis yang terkenal adalah Malala Yousafzai. Malala merupakan Putri seorang penyair yang memiliki beberapa sekolah di Pakistan. Malala telah di didik secara ketat oleh ayahnya untuk menjadi seorang politisi. Walau masih sangat muda tetapi Malala telah menyuarakan hak kaum perempuan dan hak setiap generasi muda yang ada di Pakistan. Malala menulis sebuah blog di BBC yang menyuarakan tentang betapa menderitanya hidup dalam kekangan kekuasaan taliban.

Malala yang kala itu masih berumur belasan tahun menyuarakan pentingnya pendidikan untuk wanita dan kesetaraan untuk wanita dalam mendapatkan haknya. Malala yang masih sangat muda berada dalam Puncak tertinggi untuk menyuarakan hak-hak perempuan. Pemerintahan taliban di Pakistan melarang anak perempuan untuk mengikuti pendidikan. Beberapa sekolah didikan untuk menampung anak-anak perempuan yang membutuhkan pendidikan atau arahan, akan tetapi pendidikan dan hal yang diberikan tidak sama seperti apa yang diberikan pada pihak laki-laki. Malala yang lahir sebagai wanita dikeluarga yang memandang tinggi persamaan pendidikan untuk wanita terus menyuarakan keinginan-keinginan dan kritik keras pada pemerintahan taliban.

Malala sempat menjadi korban penembakan dari pemerintah taliban yang mulai resah dengan berbagai macam argumen yang dikemukakan wanita muda ini. Malala tertembak di kepala dan leher dengan harapan hidup yang kecil. Lalu Malala diterbangkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Pemerintah taliban mengirimkan surat untuk menyuruh Malala kembali ke Pakistan. Dengan berbagai macam tekanan yang diterima, Malala tetap memperjuangkan kebebasan masyarakat Pakistan terutama kaum perempuan yang jauh dari kata layak. Perempuan-perempuan hanya diperbolehkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga saja tanpa boleh mengambil bagian dengan dunia luar.

Dengan makin intensnya seruan yang dikemukakan oleh Malala membuat gadis muda ini mendapatkan hadiah nobel di usianya yang masih 17 tahun. Malala mendapatkan hadiah nobel perdamaian karena dedikasinya untuk rakyat Pakistan terutama untuk jenjang kependidikan kaum wanita disana. Malala sering menjadi ikon wanita-wanita muda Pakistan yang kini mulai membuat perubahan. Di usianya yang kini 22 tahun Malala masih terus aktif untuk dunia kepolitikan di Pakistan dan terus memperjuangkan kebebasan tak Cuma bagi kaum wanita tapi juga kebebasan Pakistan dari pemerintah taliban. Malala tersoroti oleh publik dunia karena tulisan dan seruan kebebasannya yang memukau sekaligus menyedihkan. Hingga sekarang Malala masih terus memperjuangkan setiap hak yang harusnya di dapatkan oleh masyarakatnya di Pakistan.

Share this:

Malala Yousafzai, Perjuangan Melawan Maut Menentang Ketidakadilan

Yousafzai, Perjuangan Melawan Maut Menentang Ketidakadilan

Malala Yousafzai, Perjuangan Melawan Maut Menentang Ketidakadilan – Bagi sebagian besar orang Malala Yousafzai mungkin tidak lah dikenal. Perempuan muda berdarah Pakistan ini adalah salah seorang penggiat dan aktivis perempuan serta pendidikan di negara konflik. Malala merupakan seorang pejuang yang bergerak dalam bidang filsafat dan pendidikan yang mana setiap tulisannya berhasil menggugah hati masyarakat. Malala adalah Putri dari seorang penyair sekaligus aktivis pendidikan di tanah kelahirannya. Ayahnya memiliki beberapa sekolah dan mengajar murid-murid asli Pakistan. Malala adalah Putri yang sejak kecil telah di didik untuk kritis oleh ayahnya. Sang ayah menginginkan Malala untuk menjadi seorang politisi handal. Bakat menulis Malala dimiliki dari darah sang ayah. Sang ayah yang merupakan seorang penyair kenamaan Pakistan berhasil membuat Malala menjadi salah seorang gadis muda yang cukup disegani.

Malala berhasil menarik perhatian dunia tak kala tulisannya untuk BBC berhasil menyentuh hati para pembaca. Malala yang kala itu masih sangat muda menuai banyak dukungan berkat tulisannya yang kritis dan sangat menyentuh. Malala mengirim blog hasil tulisannya dengan nama samaran agar pemerintah taliban tidak bisa mengenalinya. Akan tetapi tulisan tersebut ternyata mampu merubah hidupnya. Malala yang makin kritis pada pemerintahan dan makin intens menyuarakan kebebasan rakyat akhirnya harus menghadapi kejadian mengerikan tak kala dua peluru bersarang di kepala dan lehernya. Malala yang kala itu masih berusia 16 tahun harus berjuang melawan maut ketika dua butiran peluru tersebut menembus tengkoraknya. Pada tahun 2012 lalu seorang penembak taliban berhasil menembak telak Malala.

Malala yang saat itu mendapatkan perawatan di Pakistan terpaksa diterbangkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Malala melewati masa-masa kritis dengan peluru yang masih bersarang di kepala dan lehernya. Sejak penembakan itu terjadi, Malala menjadi salah satu penyuara aktif untuk melawan pemerintahan taliban di Pakistan. Malala sejak tahun tersebut mendapatkan berbagai layanan untuk menyuarakan aspirasinya. Malala yang sejak tahun 2014 berhasil mendapatkan penghargaan nobel perdamaian di usia yang ke 17 tahun, makin gencar untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Pakistan terhadap pemerintahan taliban.

Malala telah melewati berbagai macam halangan maut untuk bisa mendapatkan pencapaiannya ini. Malala merupakan salah satu contoh nyata wanita yang memiliki banyak sekali aspirasi dan berani menyuarakan aspirasi orang lain. Malala tetap menjadi ikon dan simbol wanita Pakistan yang ingin kebebasan. Kebebasan dalam hal mendapatkan pendidikan bagi wanita dan kebebasan dalam menyuarakan setiap pendapatnya. Malala masih terus menyuarakan aspirasi setiap masyarakat yang ingin mendapatkan kebebasan. Kebebasan setiap wanita untuk terus mengeluarkan pendapat, kebebasan bermain judi online tanpa ada larangan dari siapapun dan mendapatkan pendidikan. Pendidikan yang bisa di dapatkan oleh setiap wanita Pakistan menjadi mimpi tersendiri bagi Malala setelah berhasil melawan maut dengan selamat dari penembakan yang hampir membuatnya kembali pada sang pencipta.

Share this:

Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian Termuda Di Dunia

Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian Termuda Di Dunia

Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian Termuda Di Dunia – Berbicara tentang berbagai penghargaan bergengsi yang ada di seluruh dunia, tentu tidak akan lengkap tanpa membicarakan tentang penghargaan nobel. Penghargaan yang dianggap sebagai salah satu penghargaan paling besar dan paling bergengsi di dunia ini meliputi beberapa aspek yang dinilai. Tidak hanya masalah ilmu pengetahuan ataupun masalah-masalah yang berkaitan dengan teknologi. Nobel juga memberikan penghargaan bagi orang-orang yang memiliki kontribusi bagi dunia. Penghargaan ini adalah salah satu penghargaan yang paling memiliki dedikasi dan kontribusi untuk dunia. Sejarah penghargaan nobel ini dimulai pada tahun 1901. Terhitung telah lebih dari seratus tahun penyerahan penghargaan ini bagi orang-orang yang berkontribusi untuk dunia. Berbagai jenis penghargaan ini dapat diperoleh bagi orang-orang yang memiliki kontribusi di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial dan berbagai jenis penghargaan lain yang memiliki kontribusi besar untuk masyarakat dan dunia.

Salah satu penghargaan terbesar yang ada hingga saat ini adalah penghargaan nobel perdamaian. Penghargaan ini biasanya diberikan untuk orang-orang yang memiliki sumbangsih besar bagi masyarakat. Pemberian nobel perdamaian ini berdasarkan pada orang-orang yang memiliki kontribusi besar untuk pemersatu bangsa ataupun orang-orang yang berjasa besar untuk mengurangi angkatan bersenjata dan memperjuangkan kepentingan bangsa. Penghargaan ini masuk dalam salah satu penghargaan terbesar dari segi penghargaan nobel yang ada. Penghargaan nobel ini pertama kalo diberikan karena wasiat dari alfred nobel yang merasa tidak bisa berdiam diri karena ciptaan dinamit miliknya digunakan untuk hal-hal yang merusak. Karena itu lah alfred nobel menandatangani wasiat untuk menyerahkan penghargaan bagi orang-orang yang berjasa di bidang pembangunan dan kontribusi pada dunia.

Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian Termuda Di Dunia

Salah satu hal yang cukup menarik terjadi tak kala tahun 2014 lalu seorang gadis muda yang berasal dari Pakistan bernama Malala Yousafzai dianugerahi penghargaan nobel perdamaian. Hal ini sangat mengejutkan karena pada masa itu usia Malala masih 17 tahun. Di usia yang masih sangat muda Malala berhasil meraih kemenangan nobel perdamaian tersebut. Kontribusi Malala dimulai ketika gadis muda yang lahir di Pakistan ini menulis blog tentang betapa sengsaranya dan betapa menderitanya para perempuan dan anak-anak di Pakistan. Malala memposting tulisan tersebut di BBC dan berhasil menarik jutaan simpati dari masyarakat. Malala adalah Putri dari seorang pendidik di Pakistan yang mana sejak kecil telah didik untuk berkembang dan berfikir secara kritis dengan keadaan di sekitarnya. Malala adalah pejuang kesetaraan bagi masyarakat ataupun bagi anak-anak Pakistan.

Pakistan masih dikuasai oleh pemerintah taliban hingga kini. Pemerintah taliban melarang anak-anak perempuan untuk bersekolah. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari Malala yang merupakan anak kritis. Malala ingin memperjuangkan kebebasan dan hak untuk mendapatkan pendidikan. Malala terus berjuang dengan cara menyuarakan suara rakyat dan wanita yang tidak memiliki hak untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Fokus utama Malala adalah memperjuangkan hak pendidikan yanh harusnya dimiliki oleh setiap anak-anak Pakistan. Karena seruannya ini beberapa kali Malala mendapatkan teror bahkan sampai tertembak karena dirasa membahayakan pemerintahan taliban di Pakistan. Akan tetapi karena penembakan itu lah simpatisan Malala makin banyak dan makin banyak dukungan pula yang mengalir padanya. Hingga pada tahun 2014 Malala dianugerahi nobel perdamaian karena jasa-jasa dan kontribusinya untuk memperjuangkan hak masyarakat Pakistan yang ingin mendapatkan pendidikan. Malala akan menjadi ikon yang hidup dan memperjuangkan setiap hal milik warga Pakistan.

Share this:

Malala Yousafzai