12 Juli Merupakan Ultah 24 Tahun Malala Yousafzai Peraih Nobel Perdamaian

12 Juli Merupakan Ultah 24 Tahun Malala Yousafzai Peraih Nobel Perdamaian

12 Juli Merupakan Ultah 24 Tahun Malala Yousafzai Peraih Nobel Perdamaian – Malala Yousafzai jadi wanita akseptor Nobel Perdamaian di umur yang lumayan belia. Perihal ini didapatkannya sebab menentang Taliban di Pakistan serta menuntut supaya para perempuan diizinkan buat menyambut pembelajaran. Tidak bingung pada 2014, kala beliau memperoleh apresiasi itu, beliau dinobatkan selaku salah satu wanita sangat mempengaruhi di bumi. Wanita kelahiran 12 Juli 1997 ini, pula diketahui selaku penggerak pemelihara pembelajaran garis besar serta wanita.

12 Juli Merupakan Ultah 24 Tahun Malala Yousafzai Peraih Nobel Perdamaian

12 Juli Merupakan Ultah 24 Tahun Malala Yousafzai Peraih Nobel Perdamaian

malala-yousafzai – Darah penggerak yang beliau punya di bisa dari ayahnya—Ziauddin Yousafzai—yang pula jadi penggerak anti Taliban serta pula mendirikan sekolah di Pakistan. Di sekolah tersebutlah Malala menempuh pembelajaran serta mengawali melaksanakan makar kepada Taliban dengan ceramah yang beliau sampaikan pada 2008 kemudian yang bertajuk, Berani- beraninya Taliban mengutip hak dasar aku buat menyambut pendidikan

Baca juga : 5 Quotes Malala Yousafzai yang Inspiratif! Untuk Memperingati Perayaan Hari Anak Internasional

Pada 2012 kemudian, beliau sempat mengantarkan ceramah di sekolahnya serta buatnya jadi buronan para golongan bersenjata.“ Aku berdialog dengan cara terbuka atas julukan anak wanita serta hak kita buat berlatih. Serta ini membuat aku jadi sasaran,” ucapnya di saluran malala. org.

Beliau yang kala itu jadi sasaran golongan bersenjata, buatnya memperoleh tembakan di bagian kepala serta 2 bagian badan yang lain.“ Dalam ekspedisi kembali dari sekolah, seseorang laki- laki bersenjata berkedok naik ke bis sekolah aku serta menanya,“ Siapa Malala?” Ia menembak aku di bagian kiri kepala aku,” ucapnya.

Keadaannya yang kritis, beberapa tengkoraknya dinaikan buat menyembuhkan otaknya yang bengkak serta memperoleh pemeliharaan lebih lanjut di Birmingham, Inggris. Beliau pula luang memperoleh pembedahan saraf wajah. Malala tersadar 10 hari setelah itu serta para dokter menggambarkan keadannya itu.

Kala era pemeliharaan dampak kejadian penembakan itu buatnya wajib berdiam di Inggris serta berpelajaran disitu. Pada 2018 kemudian beliau berkuliah di Oxford University serta terpikat buat menekuni Metafisika, Politik serta Ekonomi. Beliau pula lolos kuliah pada 2020 kemudian.

Bersama bapaknya beliau mendirikan Malala Fund—sebuah tubuh kebaikan yang didedikasikan buat membagikan tiap wanita peluang buat menggapai era depan yang ia seleksi. Malala pula sempat melakuakn ekspedisi ke bermacam negeri buat berjumpa gadis- gadis yang melawan kekurangan, perang, perkawinan anak serta pembedaan kelamin buat berangkat ke sekolah.

Wanita yang lahir di Mingora, Pakistan, pada 1997 ini pula jadi bentuk bungkus majalah Vogue Inggris versi Juli 2021. Ia berambisi, kemunculannya di majalah itu bisa menginspirasi para wanita di semua bumi.

Malala Yousafzai yang populer dengan quotes- nya‘ Kala seluruh alam diam, terlebih satu suara saja bisa jadi amat kuat’ hari ini kesekian tahun ke- 25. 10 tahun sesudah penembakan di bagian kepalanya, Malala sedang tidak berubah- ubah melaksanakan peperangan buat membela hak wanita. Jauh baya peperangan, A Luta Continua!

International Womens Day, Malala Yousafzai Membujuk Perempuan Rayakan Diri Sendiri. Malala Yousafzai mengosongkan durasi buat memperingati International Womens Day, serta ia mau perempuan di semua bumi melaksanakan perihal yang serupa. Pada adegan terkini podcast People Tiap Hari hari Senin, yang dipimpin oleh Janine Rubenstein, Yousafzai, menekan perempuan buat memperingati diri mereka sendiri pada liburan tahunan, paling utama di tengah endemi COVID- 19 yang lagi berjalan.

” Aku cuma mau akseptabel kasih pada seluruh perempuan atas seluruh profesi luar lazim mereka,” tutur Malala Yousafzai, semacam dikutip dari halaman People.” Serta aku mau menegaskan mereka kalau tidurlah sesaat, nikmati hari ini, rayakan hari ini, berbanggalah dengan seluruh yang sudah Kamu peroleh dalam hidup Kamu.”

Perempuan 23 tahun itu meningkatkan banyak wanita serta perempuan dikala ini yang beraktifitas di rumah saja.” Mereka berlatih dengan cara online, ataupun mereka melindungi keluarga mereka ataupun mereka menata profesi mereka ditambah keluarga mereka terletak di satu rumah serta cuma menanggulangi seluruh mengenai apa yang lagi terjalin,” lanjutnya.” Jadi aku cuma mau menegaskan Kamu kalau piket diri Kamu, rehat serta rayakan seluruh yang sudah Kamu jalani dalam hidup Kamu.”

Yousafzai menegaskan sedang banyak yang wajib diperjuangkan, tetapi ini pula momen buat besar hati memperingati atas apa yang sudah dicoba.

Malala Yousafzai tidak asing dengan memperingati pendapatan perempuan serta mengupayakan kesetaraan. Pada 9 Oktober 2012, banyak orang bersenjata Taliban membebaskan tembakan ke bis sekolahnya, serta hal kepala Yousafzai. Ia diterbangkan dari Pakistan ke Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Inggris, di mana ia membaik dengan cara fantastis. Walaupun hadapi luka, Yousafzai tidak sempat menyudahi mengupayakan hak wanita atas pembelajaran. Pada umur 17 tahun, penggerak Pakistan ini memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian sebab mengupayakan pembelajaran anak wanita.

Tidak hanya itu, Yousafzai mengeluarkan memoarnya, I Am Malala, serta jadi poin film dokumenter, He Named Me Malala. Dalam keduanya, ia merinci perjalanannya sehabis ditembak dikala mengupayakan hak serta pembelajaran wanita. Yousafzai pula mendirikan Malala Fund, yang mendanakan dalam program pembelajaran buat menolong anak wanita berpelajaran serta menggapai kemampuan penuh mereka.

Di momen International Womens Day, Malala Yousafzai pula memublikasikan perjanjian dengan Apple Televisi+ buat memproduksi kegiatan dalam bermacam jenis buat jaringan streaming; di podcast, ia mengatakan,” Aku minta kita menjangkau perempuan serta wanita belia lewat ini, namun aku pula berambisi banyak orang dari seluruh umur hendak berasosiasi serta menikmati pementasan ini.”

Siapa Malala Yousafzai? Peraih Nobel Perdamaian Paling muda Bumi, Sempat jadi Korban Penembakan Taliban. Dalam memo asal usul bumi ada wujud penggerak asal Pakistan yang mencapai nobel perdamaian dalam umur belia. Namanya Malala Yousafzai, beliau mencapai apresiasi Nobel Perdamian dikala berumur 17 tahun. Dengan apresiasi itu Malala Yousafzai jadi penggerak paling muda di bumi yang mendapatkan Nobel Perdamaian sejauh asal usul. Apresiasi itu tidak dicapai tanpa peperangan serta dedikasi. Belum lama dikenal Malala Yousafzai sempat berdekatan dengan golongan Taliban. Suatu timah panas juga sempat mendobrak bagian kepala, serta 2 titik di badannya dikala berumur 15 tahun. Eksperimen pembantaian yang dicoba golongan Taliban pada dirinya menemui kekalahan.

Wujud Malala Yousafzai aman dari kejadian suram yang mengecam nyawanya. Sokongan garis besar mengalir ke Malala Yousafzai, beliau menulis sebagian novel yang membuka mata bumi. Sampai kesimpulannya di umur mudanya, Malala Yousafzai sudah jadi wujud mempengaruhi untuk perdamaian bumi. Betul, Penggerak Malala Yousafzai berdengung berbicara mengenai hak- hak anak serta wanita, paling utama pertanyaan pembelajaran. Data sepenuhnya terdapat dalam postingan ini. Dikutip Kompas. com ia jadi pancaran garis besar kala lulus dari eksperimen pembantaian oleh Taliban pada umur 15 tahun.

Malala Yousafzai asal Pakistan ditembak pada bagian kepalanya oleh seseorang penembak Taliban pada 2012. Semenjak itu, ia menyuarakan perlawanan kepada golongan itu. Ia menekan supaya wanita diperbolehkan buat mendapatkan pembelajaran. Pada 2014, ia mencapai apresiasi Nobel Perdamaian atas kedudukannya dalam menyuarakan hak anak. Kehidupan dini serta Taliban Malala Yousafzai lahir pada 12 Juli 1997 di Mingora, kota terbanyak Swat Valley, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Ia gadis dari pendamping Ziauddin serta Tor Pekai Yousafzai, dan mempunyai 2 adik pria.

Kehidupan awal mulanya sedemikian itu mengasyikkan karena tempat tinggalnya ialah destinasi darmawisata terkenal serta diketahui dengan pergelaran masa panasnya. Seluruh itu berganti kala golongan Taliban berupaya memahami wilayah itu. Umur Malala sedang 10 tahun kala Taliban mulai mengatur Swat Balley serta jadi berkuasa di aspek politik serta sosial. Taliban mencegah wanita berpelajaran serta aktivitas adat semacam berajojing, apalagi menyaksikan tv pula tidak diperbolehkan. Serbuan bom bunuh diri menabur serta sampai akhir 2008, Taliban memusnahkan dekat 400 sekolah. Tetapi, sehabis Taliban mulai melanda sekolah wanita di Swat, ia mengantarkan ceramah di Peshawar pada September 2008.

Ceramah pertamanya itu bertajuk” Alangkah beraninya Taliban merampas hak dasarnya buat berpelajaran?”. Menulis web Selaku anak muda yang sedemikian itu hirau dengan bumi pembelajaran, Malala menulis web buat BBC hal kehidupan di dasar bahaya Taliban yang menyangkal pembelajaran. Identitasnya dirahasiakan alhasil ia mengenakan julukan alias selaku Gul Makai. Ia mengatakan kalau Taliban memaksanya buat bermukim di rumah alhasil ia mempersoalkan corak dari golongan itu. Perang Pakistan melawan Taliban meletus pada 2009, serta Malala jadi pengungsi di negaranya.

Ia serta keluarganya wajib meninggalkan rumah buat mencari posisi nyaman yang jauhnya ratusan km. Kala kembali ke rumah sebagian minggu setelah itu, Malala memakai saranan alat buat meneruskan kampanye hak buat sekolah. Suaranya kian keras alhasil ia serta bapaknya jadi diketahui seantero Pakistan. Aktivitas aktivisnya berhasil manis dengan masuknya Malala selaku pencalonan apresiasi Nobel Perdamaian Anak Global pada 2011. Di tahun yang serupa, ia menemukan apresiasi Pakistans National Youth Prize. Tidak seluruh orang menyongsong bagus upaya Malala mengupayakan pembelajaran untuk anak wanita.

Pada 9 Oktober 2012, anak muda berumur 15 tahun itu ditembak oleh Taliban. Ia bersandar di bis mengarah rumah dari sekolahnya. Malala lagi rumpi dengan sahabatnya mengenai PR sekolah. Kemudian, 2 badan Taliban mengakhiri bis. Seseorang anak muda Taliban memanggil julukan Malala serta menembak 3 kali ke arahnya. Satu timah panas mendobrak kepalanya serta berkandang pada bahunya. Malala terluka sungguh- sungguh. Pada hari yang serupa, ia dibawa ke rumah sakit tentara Pakistan di Peshawar. 4 hari berikutnya, ia diterbangkan ke Birmingham, Inggris, buat menyambut pemeliharaan intensif.

Walaupun membutuhkan banyak pembedahan, tercantum koreksi saraf wajah buat membenarkan bagian kiri mukanya yang layuh, ia tidak mengidap kehancuran otak besar. Pada Maret 2013, ia mulai berpelajaran di Birmingham. Atas penembakan itu, sokongan megah mengalir kepadanya. Nobel perdamaian Pada 2013, ia melaksanakan ceramah buat PBB serta menerbitkan novel pertamanya berjudu I am Malala. Satu tahun setelah itu, Malala menyabet Apresiasi Nobel Perdamaian dikala ia berumur 17 tahun.

Malala jadi orang paling muda yang mencapai apresiasi itu.” Apresiasi ini tidak cuma buat aku. Ini buat kanak- kanak yang terabaikan yang mau menempuh pembelajaran. Ini buat kanak- kanak yang ketakutakan, yang membutuhkan perdamaian,” tuturnya.” Ini buat kanak- kanak yang tidak dapat berbicara, yang membutuhkan pergantian,” imbuhnya. Pada tahun yang serupa, Malala mendirikan badan kebaikan Malala Fund dengan dibantu bapaknya. Saat ini badan itu memberdayakan anak wanita buat memasak kemampuan diri alhasil sanggup jadi atasan kokoh untuk negeri. Cetak biru pembelajaran dari Malala Fund terhambur di 6 negeri serta bertugas serupa dengan atasan bumi.

Kembali ke Pakistan Pada 29 Maret 2018, Malala kembali ke Pakistan buat awal kalinya semenjak serbuan kasar pada 2012. Ia berjumpa dengan Kesatu Menteri Shahid Khawan Abbasi serta mengantarkan ceramah yang penuh emosi. Sepanjang kunjungan 4 hari itu, ia mengatakan kerinduan kepada tanah airnya.” Dalam 5 tahun terakhir, aku senantiasa berangan- angan kembali ke negeri aku. Aku tidak mau berangkat,” ucapnya. Agen pergantian Malala senantiasa mendesak wanita buat jadi agen pergantian buat komunitas mereka. Saat ini, ia lagi menempuh pembelajaran di Universitas Oxford di Inggris. Ia berterus terang mau berdiam di Pakistan berakhir menyelesaikan kuliahnya.

Share this:

Malala Yousafzai - Info Malala Yousafzai