Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita

Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita

Malala, Penyuara Hak Pendidikan Wanita – Bagi generasi muda saat ini, memperoleh pendidikan yang layak adalah hal yang sangat biasa. Mendapatkan segala sesuatu secara mudah merupakan salah satu keuntungan banyak generasi milenial di negara-negara maju ataupun negara berkembang. Setiap kebutuhan akan terpenuhi tanpa perlu berjuang secara intens untuk mendapatkannya. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk para generasi muda di negara-negara yang sedang mengalami konflik dan perang yang berkepanjangan. Salah satu negara yang membuat banyak generasi muda tidak bisa mendapatkan haknya adalah Pakistan. Negara yang selalu dalam konflik ini membuat banyak anak muda harus menelan pil pahit karena kebebasan mereka diambil secara paksa. Setiap perilaku yang mereka lakukan akan diawasi bahkan tidak hanya itu setiap seruan dan pendapat mereka akan dibatasi. Bagi yang melanggar peraturan tidak akan segan-segan untuk di tindak secara tegas.

Karena hal ini lah mulai muncul aktivis-aktivis muda paskistan yang mulai menyerukan hak-hak kaum muda serta hak-hak kebebasan yang nyata. Salah satu aktivis yang terkenal adalah Malala Yousafzai. Malala merupakan Putri seorang penyair yang memiliki beberapa sekolah di Pakistan. Malala telah di didik secara ketat oleh ayahnya untuk menjadi seorang politisi. Walau masih sangat muda tetapi Malala telah menyuarakan hak kaum perempuan dan hak setiap generasi muda yang ada di Pakistan. Malala menulis sebuah blog di BBC yang menyuarakan tentang betapa menderitanya hidup dalam kekangan kekuasaan taliban.

Malala yang kala itu masih berumur belasan tahun menyuarakan pentingnya pendidikan untuk wanita dan kesetaraan untuk wanita dalam mendapatkan haknya. Malala yang masih sangat muda berada dalam Puncak tertinggi untuk menyuarakan hak-hak perempuan. Pemerintahan taliban di Pakistan melarang anak perempuan untuk mengikuti pendidikan. Beberapa sekolah didikan untuk menampung anak-anak perempuan yang membutuhkan pendidikan atau arahan, akan tetapi pendidikan dan hal yang diberikan tidak sama seperti apa yang diberikan pada pihak laki-laki. Malala yang lahir sebagai wanita dikeluarga yang memandang tinggi persamaan pendidikan untuk wanita terus menyuarakan keinginan-keinginan dan kritik keras pada pemerintahan taliban.

Malala sempat menjadi korban penembakan dari pemerintah taliban yang mulai resah dengan berbagai macam argumen yang dikemukakan wanita muda ini. Malala tertembak di kepala dan leher dengan harapan hidup yang kecil. Lalu Malala diterbangkan ke Inggris untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Pemerintah taliban mengirimkan surat untuk menyuruh Malala kembali ke Pakistan. Dengan berbagai macam tekanan yang diterima, Malala tetap memperjuangkan kebebasan masyarakat Pakistan terutama kaum perempuan yang jauh dari kata layak. Perempuan-perempuan hanya diperbolehkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga saja tanpa boleh mengambil bagian dengan dunia luar.

Dengan makin intensnya seruan yang dikemukakan oleh Malala membuat gadis muda ini mendapatkan hadiah nobel di usianya yang masih 17 tahun. Malala mendapatkan hadiah nobel perdamaian karena dedikasinya untuk rakyat Pakistan terutama untuk jenjang kependidikan kaum wanita disana. Malala sering menjadi ikon wanita-wanita muda Pakistan yang kini mulai membuat perubahan. Di usianya yang kini 22 tahun Malala masih terus aktif untuk dunia kepolitikan di Pakistan dan terus memperjuangkan kebebasan tak Cuma bagi kaum wanita tapi juga kebebasan Pakistan dari pemerintah taliban. Malala tersoroti oleh publik dunia karena tulisan dan seruan kebebasannya yang memukau sekaligus menyedihkan. Hingga sekarang Malala masih terus memperjuangkan setiap hak yang harusnya di dapatkan oleh masyarakatnya di Pakistan.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *