Malala Seseorang Pashtun Pakistan Yang Luarbiasa

Kegelisahan Malala Yousafzai, Kita, serta Taliban

Kegelisahan Malala Yousafzai, Kita, serta Taliban – Sedang ingat Malala Yousafzai? Banyak yang ketahui dikala perempuan ini sedang anak serta sukses meregang Nobel Perdamaian PBB pada tahun 2014 bersama dengan Kailash Satyarthi dari India yang mengupayakan hak kanak- kanak serta anak muda. Dikala itu Malala sedang berumur 17 tahun serta Kailash berumur 60 tahun.

Malala Seseorang Pashtun Pakistan Yang Luarbiasa

Kegelisahan Malala Yousafzai, Kita, serta Taliban

malala-yousafzai – Apa yang eksklusif dari Malala. Untuk bumi, Malala seseorang Pashtun merupakan wujud anak yang luarbiasa. Dikala itu ia hidup bersama keluarganya yang mengatur suatu sekolah di area Swat, Pakistan. Bapaknya mengusahakan banyak anak gadis buat berpelajaran serta jadi cerdas.

Baca juga : Malala Yousafzai Minta Lindungi Hak Perempuan Di Afghanistan Pada Pemimpin Semua Negara

Putrinya, Malala yang awal mulanya bercita- cita jadi seseorang dokter sanngat cerdas menulis serta menorehkan banyak sekali cerita kehidupan mereka di area itu paling utama sebab mereka ditekan oleh Taliban. Malal dikala itu menulis web di halaman BBC dengan julukan alias serta menceritakan dengan rinci gimana Taliban membuat atmosfer para anak- anak yang berupaya berpelajaran jadi tidak aman. Tulisan- tulisan malala di BBC membuat jengkel para Taliban.

Taliban sendiri banyak bekerja di Afganistan bagian Selatan serta Pakistan tercantum di wilayah Swat. Taliban yang amat konvensional, jauh dari bumi pembelajaran serta perkembangan visi modern terkukung dengan perng serta atmosfer agama yang konvensional. Mereka tidak memahami pembelajaran buat para perempuan serta kanak- kanak. Semenjak kecil mereka cuma dikenalkan dengan agama serta perang.

Pada sesuatu siang di Oktober 2012, Malala ditembak Taliban di leher serta 2 pelurunya hampir memegang otaknya. Ia dioperasi di Inggris serta setelah itu keluarganya alih di Birmingham Inggris. 2 tahun setelah itu ia mendapatkan Nobel semacam yang dikisahkan di atas. Semenjak dikala itu Malala mengkampanyekan peperangan untuk pembelajaran kalangan kanak- kanak serta ham untuk mereka ke semua bumi.

Dikala ini Malala sudah dewasa 24 tahun serta kemajuan Taliban yang berhasil di Afganistan membeuatnya gelisah. Pasti saja kita dapat paham, kalau keresahannya bukan pertanyaan agama sebab sesungguhnya agama yang dianut Malala serta keluarganya merupakan Islam Sunni serta Taliban pula Islam.

Yang membuat Malala gelisah merupakan visi Taliban pertanyaan kehidupan masyarakatnya. Walaupun dalam banyak peluang atasan Taliban mengemukakan kalau mereka hendak mensupport untuk wanita buat mendapatkan pembelajaran serta berkecimpung untuk perkembangan bangsa, tetapi track perlakukan Taliban pada wanita kanak- kanak amat kejam. Pendek tutur, asal usul telah menulis kalau para perempuan serta anak- anak

diperlakukan dengan cara tidak bagus oleh Taliban. Banyak cerita memilukan pertanyaan mereka.

Bisakah kita membekuk kegelisahan Malala ini? Ataupun kita justru merasa belas kasih pada Taliban? Taliban yang belum dapat meyakinkan kodrat banyak jiwa kanak- kanak serta perempuan dapat lebih bagus di masa mereka.

Ingat Taliban, Ingat Juga Malala Yousafzai

Gerombolan Taliban terkini saja memahami Afghanistan lagi. Rezim legal Afghanistan bikinan negara- negara kawan bubar serta si kepala negara angkat kaki dengan bawa duit yang amat banyak.

Rezim Joe Biden justru mempersalahkan penguasa Afghanistan yang bubar atas kemenangan serta kembalinya Taliban berdaulat. Joe Biden terkini saja menarik ribuan tentaranya dari tanah Afghanistan saat sebelum kekalutan terjalin sedemikian itu kilat.

Taliban sempat berdaulat di Afghanistan dengan meresmikan kebijakan- kebijakan polemik tercantum pertanyaan perempuan. Salah satu korban kekejaman Taliban merupakan siswa kecil Malala Yousafzai, yang ditembak gerombolan Taliban Pakistan pada Oktober 2012.

Malala tidak asing dengan bahaya pembantaian sehabis membuat web yang bermuatan gimana berjuang hidup di dasar kewenangan Taliban di layanan BBC Urdu. Publikasinya mempersoalkan Taliban serta aksi kekerasan melawan kanak- kanak sekolah.

Ia ditembak di leher serta kepala dikala ekspedisi kembali dari sekolah pada 9 Oktober 2012. Malala aman serta jadi delegasi besar bumi buat hak seluruh anak buat berangkat ke sekolah.

Timah panas yang ditembakan nyaris hal otaknya. 6 hari sehabis ditembak, Malala juga dibawa ke Rumah sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Inggris. Ia menghabiskan 3 bulan di rumah sakit serta menempuh sebagian kali pembedahan.

Tembakan itu tidak menghentikannya buat melaksanakan kampanye hak pembelajaran untuk wanita. Tercantum menulis web anonim buat BBC serta tampak di dokumenter New York Times.

Ia apalagi memperingati balik tahun ke- 16 dengan membagikan ceramah di PBB serta jadi orang paling muda yang dinominasikan apresiasi Nobel Perdamaian. Ia pula mendirikan Malala Fund, badan non- profit buat mensupport pembelajaran wanita di semua bumi.

Papa Malala, Zianuddin Yousafzai melaksanakan suatu sekolah wanita di ngarai Swat serta jadi sasaran Taliban.” Aku tidak khawatir, tetapi aku sudah mulai membenarkan gapura terkunci pada malam serta menanya ke Tuhan apa yang terjalin kala mati,” catat Malala di autobiografi bertajuk I am Malala.

Taliban kelihatannya jengkel dengan Malala yang nyatanya dapat bertahan hidup serta lalu aktif selaku pejuang independensi. Pada dini Oktober 2013, Taliban Pakistan melaporkan bila terdapat peluang hendak menewaskan Malala Yousafzai sebab dikira melanda Islam.

Ahli ucapan Taliban Pakistan melaporkan tidak menarget sebab pembelaan Malala terpaut pembelajaran buat wanita.” Kita menarget Malala Yousafzai sebab ia melanda serta melecehkan Islam. Bila kita menciptakan ia lagi,[maka dia] hendak kita bunuh serta kita hendak merasa besar hati atas kepergiannya,” ucap Shahidullah Shahid pada ABC News dikala itu.

Taliban melaporkan dikala itu mereka tidak menarget Malala sebab mengedarkan pembelajaran, tetapi sebab melecehkan Islam serta itu alibi yang lumayan buat menyerangnya.

” Ia bukan wanita yang pemberani serta tidak mempunyai kegagahan. Kita hendak menarget ia lagi serta melanda bila juga memiliki peluang,” tutur Shahidullah Shaid yang diambil dari Aljazirah pada 8 Oktober 2013.

Mulla Fazullah, figur kebatinan Taliban di Area Swat Pakistan, menghasilkan ajaran supaya nyawa Malala lekas dihabisi. Mulla menyangka pen lebih hebat dari anggar.

Tetapi, Tuhan mengatakan lain. Malala jadi idola dalam arus kencang pergantian bumi. Alat Jerman, Deutsche Welle, pada Januari 2013 melantik Malala selaku” anak umur belasan tahun yang sangat terkenal di bumi”.

Malala berpidato di PBB pada Juli 2013. Beliau berpidato di kampus Universitas Harvard. Malala mencapai Nobel Perdamaian pada 2014.

Malala Yousafzai juga mendatangi Pakistan buat awal kalinya pada akhir Maret 2018 semenjak ditembak Taliban. Umurnya dikala kembali ke Pakistan itu 20 tahun.

Malala lalu berjuang membela independensi serta hak- hak wanita, sedangkan Taliban kembali berdaulat di Afghanistan.

Share this:

Malala Yousafzai - Info Malala Yousafzai