Malala Yousafzai dikecam karena mengabaikan “Israel” dalam tweet yang mengutuk

Malala Yousafzai dikecam

Malala Yousafzai dikecam karena mengabaikan “Israel” dalam tweet yang mengutuk – Aktivis Pakistan Malala Yousafzai mendapat kecaman karena melewatkan Israel dalam tweetnya saat mengomentari serangan kekerasan baru-baru ini di Masjid Al Aqsa oleh pasukan Israel.

Malala Yousafzai dikecam karena mengabaikan “Israel” dalam tweet yang mengutuk

Malala Yousafzai dikecam
twitter

malala-yousafzai – Video dan gambar serangan tidak manusiawi pasukan Israel terhadap jamaah di Masjid Al Aqsa di Yerusalem terhadap jamaah di bulan suci Ramadhan telah mengirimkan gelombang kejutan di seluruh dunia dengan komunitas Muslim yang mengutuk pasukan Israel.

Baca juga : Aktivis muda Indonesia, Melati Wijsen, Masuk Catatan Davos 2020

Seperti seluruh dunia, Malala Yousafzai juga turun ke media sosial untuk mengungkapkan keprihatinannya tentang konflik yang sedang berlangsung di Gaza dan Yerusalem. Namun, tweetnya menimbulkan reaksi keras yang melewatkan fakta-fakta dasar, menurut pengguna media sosial.

“Kekerasan di Yerusalem – terutama terhadap anak-anak – tidak tertahankan. Konflik yang panjang ini telah merenggut nyawa dan masa depan banyak anak. Para pemimpin harus segera bertindak – tidak ada kedamaian ketika anak-anak dan warga sipil tidak aman, ”tulis Malala Yousafzai dalam tweet-nya.

Beberapa menyatakan kekecewaan atas dia tidak berbicara untuk Muslim di Palestina, dihancurkan secara brutal oleh pasukan dan negara Israel, meskipun memiliki jangkauan internasional yang luar biasa. Pengguna internet percaya Malala Yousafzai memiliki kesempatan untuk melawan kasus saudara Muslim yang tertindas di Gaza dan Yerusalem yang dianiaya dengan kejam.

Seorang pengguna media sosial memposting tangkapan layar dari tweetnya yang dia sebut sebagai ‘koreksi’.

Beberapa mengingatkannya bahwa dia harus secara terbuka menyebut dan mempermalukan Israel seperti yang dia lakukan terhadap Taliban ketika mereka menyerangnya. Serangan terhadap Muslim yang tidak bersenjata yang beribadah di Masjid Al Aqsa sama-sama meneror seperti menyerang gadis muda yang tidak bersenjata dan bersekolah di Swat.

Pengguna media sosial yang marah mengecamnya karena sengaja memutarbalikkan fakta dan tingkat keparahan kekerasan dan pelanggaran HAM berat di Palestina. Malala, bagaimanapun, belum menanggapi reaksi di media sosial.

Malala gagal menyebut Muslim Palestina dalam tweet terbaru

Malala Yousafzai, seorang advokat untuk pendidikan perempuan, pemenang Hadiah Nobel termuda dan yang disebut orang Pakistan, men-tweet menentang kekerasan di Yerusalem tetapi gagal menyebutkan ‘Muslim’ dan perjuangan orang-orang Palestina, yang terus-menerus menghadapi kebrutalan di tangan pasukan Israel.

Aktivis Pakistan ini menyebut kebrutalan pasukan Israel sebagai konflik sambil menganggap perjuangan umat Islam Palestina sebagai konflik yang telah menelan banyak korban jiwa.

Malala Yousafzai, yang sangat vokal tentang hal-hal tersebut, telah gagal menunjukkan fakta sebenarnya bahwa pasukan Israel melakukan genosida dan tidak peduli dengan ‘anak-anak Palestina’ dan warga sipil yang tidak bersalah, hanya agar mereka dapat menduduki tanah orang lain.

“Kekerasan di Yerusalem – terutama terhadap anak-anak – tidak tertahankan.” tweet Malala Yousafzai. “Konflik berkepanjangan ini telah merenggut nyawa dan masa depan banyak anak. Para pemimpin harus segera bertindak – tidak ada kedamaian ketika anak-anak dan warga sipil tidak aman. “

Baca juga : Paus Fransiskus Memohon Kekerasan Warga Palestina Dan Aparat Israel di Yerusalem Dihentikan

Bentrokan baru-baru ini antara Palestina dan Israel menjadi tren teratas, terutama, setelah polisi Israel menyerang Masjid Al-Aqsa yang penuh dengan jemaah, termasuk anak-anak.

Puluhan warga Palestina, termasuk anak-anak tewas serta ratusan lainnya luka-luka akibat serangan pasukan Israel, termasuk serangan udara terhadap warga sipil tak berdosa.

Twitter telah mendidik Malala Yousafzai karena cara dia menyebut tweet-nya dan gagal menyebut Muslim Palestina yang menyebut peristiwa baru-baru ini sebagai “konflik” daripada menyebutnya sebagai perjuangan, yang sebenarnya memang seperti itu.

180 Cedera dalam Bentrok Sambungan Israel- Palestina di Yerusalem

Sebesar 180 masyarakat Palestina luka- luka dikala tabrakan sambungan dengan petugas keamanan Israel di Yerusalem pada Senin( 10 atau 5).

Dikutip Associated Press, dari jumlah korban cedera itu, 80 orang di antara lain wajib dirawat di rumah sakit.

Tabrakan kembali meletup di lingkungan Langgar Al- Aqsa di Yerusalem. Dari rekaman film pemula nampak petugas keamanan Israel memicu gas air mata serta bom lempar mendadak ke arah lingkungan itu.

Kepolisian Israel berargumen mereka membalas pelemparan batu yang dicoba oleh masyarakat Palestina ke arah mereka serta Tembok Ratapan, yang ialah tempat berharap pemeluk Ibrani.

Tadinya, petugas Kepolisian Israel mencegah masyarakat Ibrani merambah lingkungan Langgar Al- Aqsa buat memeringati Hari Kemenangan, ialah peringatan atas pendudukan timur Yerusalem oleh Israel dalam Perang 6 Hari pada 1967. Sebelumnya masyarakat Ibrani berencana melaksanakan karnaval dengan bawa bendera mengitari Kota Berumur serta area Orang islam, dan selesai di Tembok Ratapan.

Alibi Kepolisian Israel mencegah karnaval itu sebab peringatan Hari Kemenangan tahun ini bersamaan dengan Ramadan. Perihal itu dapat memantik kelakuan kekerasan bersinambung serta membuat suasana di Kota Berumur Yerusalem terus menjadi memanas sehabis beberapa tabrakan yang terjalin pada akhir minggu kemudian.

Tabrakan pada akhir minggu kemudian dipicu ketetapan petugas keamanan Israel yang menutup akses ke Langgar Al- Aqsa. Perihal itu mencetuskan kemarahan masyarakat Orang islam Palestina yang akan melakukan tarawih serta iktikaf di 10 malam terakhir Ramadan.

Tidak hanya itu, tabrakan pula dipicu ketetapan Israel buat menggusur area pemukiman Orang islam Palestina di Sheikh Jarrah, timur Yerusalem. Saat ini Israel menyudahi menunda konsep penggusuran.

Wajib militer Palestina di Rute Gaza memicu beberapa roket selaku wujud jawaban atas kelakuan kekerasan di Yerusalem. Beberapa sukarelawan yang berkawan dengan golongan Hamas pula membebaskan gelembung yang dipersenjatai dengan minyak ke arah area Israel serta menimbulkan kebakaran tanah.

Israel lalu menyudahi buat menutup sedangkan pintu pinggiran Erez di Rute Gaza, melainkan buat alibi manusiawi, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Israel Mengundurkan Konferensi Penggusuran Menuntut Masyarakat Palestina

Dewan Agung Israel menunda konferensi penggusuran menuntut beberapa masyarakat Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem. Mereka hendak memutuskan bertepatan pada konferensi terkini dalam kurun durasi 30 hari.

Mengambil CNN, Dewan Agung berkata konferensi yang sepatutnya berjalan pada hari ini, Senin( 10 atau 5) dibatalkan atas permohonan Beskal Agung Israel.

Tadinya, majelis hukum melaporkan hendak mengikuti memadankan dari pihak keluarga Palestina hal penggusuran yang mengenai di Yerusalem Timur.

Suatu badan pro- pemukiman, Nahalat Shimon memakai hukum tahun 1970 buat melaporkan kalau owner tanah Palestina dikala ini wajib digusur, serta membagikan propertinya pada orang Ibrani Israel.

Masyarakat Palestina berkata hukum restitusi di Israel itu tidak seimbang karena tidak mempunyai daya hukum buat mengklaim kembali properti mereka yang lenyap dari keluarga Israel pada akhir 1940- an.

Pada Jumat kemudian, Komisioner Besar Hak Asas Orang PBB berkata UU itu diaplikasikan dengan metode yang eksklusif.

Mereka pula mengatakan pemindahan masyarakat awam Israel ke tanah yang diduduki melanggar hukum humaniter global serta bisa dikira selaku kesalahan perang.

Ketegangan lalu bertambah di Yerusalem serta Pinggir Barat sepanjang bulan Ramadan dampak penggusuran yang dicoba daulat Israel di area itu.

Tabrakan antara masyarakat Palestina serta kepolisian Israel itu terjalin nyaris tiap malam di Sheikh Jarrah. Di area itu, ada banyak keluarga masyarakat Palestina yang mengalami penggusuran.

Bagi memo Alang Merah Palestina, paling tidak 100 masyarakat terluka sepanjang kekacauan pada Sabtu( 8 atau 5) malam.

Dalam statment resminya, Departemen Luar Negara Israel, mengatakan suasana di Sheikh Jarrah selaku bentrokan tanah.

” Sayangnya, Daulat Palestina serta golongan teror Palestina menunjukkan bentrokan real- estate antara pihak- pihak swasta, selaku alibi nasionalistik, buat mengakibatkan kekerasan di Yerusalem,” tutur departemen itu, Sabtu( 8 atau 5).

Sedangkan itu, bagi kantor informasi sah Palestina, para atasan serta institusi Palestina, tercantum Badan Nasional Palestina, melukiskan penggusuran kepada penduduknya dari rumah mereka di Yerusalem Timur selaku aksi” eliminasi etnik” yang bermaksud” melukai kota bersih.”

Beberapa besar komunitas global menyangka Yerusalem Timur selaku area pendudukan, serta Palestina melihatnya selaku bunda kota negeri era depan.

Namun Israel bersikukuh mau melindungi kota senantiasa bersuatu selaku bagian dari area kedaulatannya, menyangkal ilham kalau bagian mana juga bisa diduduki.

Suasana di Sheikh Jarrah sudah menarik atensi bumi, salah satunya Unit Luar Negara Amerika Sindikat.

” Kita amat prihatin hal kemampuan penggusuran keluarga Palestina di area Sheikh Jarrah serta Silwan di Yerusalem, banyak yang sudah bermukim di rumah mereka sepanjang sebagian angkatan,” tutur ahli ucapan Unit Luar Negara AS, Ned Price.

AS melantamkan akut pihak menjauhi tahap yang memperparah ketegangan ataupun bawa keduanya terus menjadi jauh dari perdamaian.

“( perihal) ini tercantum penggusuran di Yerusalem Timur, kegiatan kawasan tinggal, pembongkaran rumah, serta aksi terorisme,” tuturnya.

Tidak cuma AS, Sekjen PBB Antonio Guterres memohon Israel menahan diri serta meluhurkan independensi terkumpul.

Perihal itu di informasikan ahli Ucapan PBB, Stephane Dujarric dalam statment resminya pada hari Minggu( 9 atau 5).

Guterres, lanjut Dujarric menekan supaya status quo di tempat- tempat bersih itu ditegakkan serta dihormati.

Yordania Ucap Aksi Israel ke Masyarakat Palestina Barbar

Yordania mengancam Israel atas serbuan kepada masyarakat Palestina di langgar Angkatan laut(AL) Aqsa. Yordania mengatakan aksi Israel selaku serbuan barbar.

Mereka melantamkan golongan global buat tingkatkan titik berat kepada Israel.

Yordania yang mempunyai hak mengurus atas web Orang islam serta Kristen di Yerusalem, berkata Israel wajib meluhurkan himpunan serta hukum global.

Ketegangan di Yerusalem Timur sudah menyebar jadi tabrakan antara polisi Israel serta masyarakat Palestina di dekat angkatan laut(AL) Aqsa, pada minggu terakhir bulan Ramadan.

” Apa yang dicoba oleh polisi serta gerombolan spesial Israel, dari pelanggaran kepada langgar sampai serbuan kepada himpunan, merupakan( sikap) barbar yang ditolak serta dikutuk,” tutur penguasa Yordania dalam suatu statment, Minggu( 9 atau 5) semacam diambil dari Reuters.

Raja Abdullah melantamkan Israel buat memberhentikan acuman beresiko”.

Menteri Luar Negara Yordania Ayman Safadi berterus terang hendak melaksanakan yang terbaik buat mencegah hak- hak masyarakat Palestina dari klaim kepemilikan oleh penduduk Ibrani.

Yordania sendiri kehabisan Yerusalem Timur serta Pinggir Barat dalam perang Arab- Israel tahun 1967.

” Israel selaku gerombolan pendudukan membahu tanggung jawab buat mencegah hak- hak masyarakat Palestina di rumah mereka,” tutur Safadi.

Yordania tadinya sudah berikan akta tanah pada masyarakat Palestina di Sheikh Jarrah buat meyakinkan klaim penduduk Israel atas area itu tidak beralasan.

” Penggusuran masyarakat Palestina di Syekh Jarrah dari rumah mereka merupakan kesalahan perang,” tutur Safadi.

Masyarakat Palestina di Yerusalem kembali ikut serta tabrakan dengan petugas keamanan Israel yang mendobrak lingkungan Langgar Al- Aqsa pada Sabtu( 8 atau 5).

Tabrakan yang terjalin pada Sabtu malam hari durasi setempat merupakan sambungan dari insiden pada Jumat kemudian.

Tabrakan pada kemarin malam terjalin sehabis petugas keamanan Israel menutup jalur mengarah langgar Al- Aqsa. Perihal itu menimbulkan masyarakat Palestina tidak dapat melaksanakan iktikaf di Langgar Al- Aqsa pada 10 malam terakhir Ramadan.

Masyarakat Arab Orang islam Palestina melaporkan petugas Israel membatasi hak mereka buat beribadah. Sebaliknya Kepolisian Israel melaporkan kelakuan mereka dicoba buat melindungi keamanan.

Gerombolan polisi Israel dikabarkan memicu timah panas karet sampai bom lempar mendadak ke arah para anak muda Palestina yang melontarkan batu ke petugas.

Polisi pula memakai bedil pekatu air yang dipasang pada beberapa alat transportasi bungkus baja untuk membubarkan massa.

Ratusan masyarakat Palestina dikabarkan terluka dalam tabrakan itu.

Share this:

Malala Yousafzai - Info Malala Yousafzai