Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan

Malala’s magic pencil

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan – Menguntai barisan kata memang tak semudah yang terlihat. Rangkaian-rangkaian kalimat harus bisa menjadi salah satu penyambung semangat ketika lisan tak mampu berkata. Hal ini pula lah yang terkandung pada barisan kata yang ada pada buku Malala’s magic pencil. Buku biografi ini ditulis oleh seorang gadis muda Pakistan yang menyerukan kebebasan dan perjuangan untuk para wanita Pakistan di bawah pimpinan militan taliban. Seruan yang bernada perjuangan ini diq tulis dalam barisan tinta yang dia publikasikan di BBC. Barisan kalimat yang dia kembangkan ternyata mampu menarik jutaan simpatisan masyarakat dari seluruh dunia. Dunia mengecam betapa tindakan taliban mengambil secara paksa hak-hak perempuan dan banyak anak-anak muda di sana.

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan Pakistan

Malala adalah salah seorang aktivis penggerak kemajuan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi para perempuan. Pendidikan bagi para perempuan adalah hal yang terlarang dalam kukungan pemerintahan militan taliban. Malala dengan seruan kritisnya menulis berbagai hal kengerian ketika tak mampu membuat perubahan dengan apa yang dimiliki sekarang. Malala mulai terkenal tak kala tulisannya di blog BBC menuai banyak simpati. Malala yang kala itu masih sangat muda mulai terjun ke dunia politik demi menyampaikan aspirasi kaum wanitanya yang ingin mendapatkan hak yang sama seperti para wanita dan perempuan lain di luar sana.

Seruan ini membuat malala harus rela hampir meregang nyawa tak kala dua peluru salah satu penembak jitu taliban bersarang di kepala dan lehernya. Dua peluru ini mengantarkannya untuk terbang ke Inggris guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Malala harus melewati masa-masa sulit tak kala pemerintah taliban makin membabi buta untuk mengambil hak rakyatnya. Malala adalah Putri seorang penyair Pakistan yang juga merupakan aktivis pendidikan. Sang ayah menginginkan putrinya untuk menjadi politisi walau pada kenyataanya Malala ingin menjadi seorang dokter. Akan tetapi dengan bakat menulisnya yang luar biasa membuat Malala menjadi salah satu target untuk mendapatkan hadiah nobel perdamaian. Malala gadis muda yang berjuang melawan maut ini dinobatkan sebagai penerima penghargaan nobel perdamaian termuda di kala itu.

Malala’s Magic Pencil, Goresan Tinta Perjuangan Mendapatkan Hak Perempuan

Sejak penembakan yang dilakukan oleh militan taliban, Malala terus aktif untuk menyuarakan aspirasi para perempuan di tanah kelahirannya. Malala aktif menjadi pembicara di kongres PBB dan bahkan telah dianugerahi hari khusus malala yang bertajuk Malala Day yang diperingati oleh seluruh wanita di dunia. Malala menulis semua aspirasinya dalam sebuah buku biografi berjudul Malala’s magic pencil. Buku ini menjadi salah satu buku hasil pemikiran malala yang cukup sukses dan laris dipasaran. Ini seperti halnya situs agen bola yang menawarkan berbagai jenis permainan judi online yang sangat laris dipasaran dan selalu dicari oleh para penjudi di Indonesia.

Kini Malala masih terus menyuarakan aspirasi para perempuan dan anak-anak yang menuntut hak mereka dalam bidang pendidikan, maupun kebebasan menyuarakan pendapat mereka. Malala’s magic book akan menjadi salah satu buku inspiratif yang mengubah persepsi setiap pembacanya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!